Posts Tagged ‘teknologi’

Berbagai kelainan atau kerusakan tulang kini makin mudah diatasi. Para ilmuwan berhasil memodifikasi printer 3-dimensi, agar mampu mencetak tulang buatan untuk mengganti tulang asli yang rusak atau cacat dan tidak mungkin diperbaiki.

Terobosan baru ini diyakini akan sangat berguna bagi para ahli bedah tulang, dokter gigi dan para penderita osteoporosis atau pengeroposan massa tulang. Fungsi utamanya adalah menumbuhkan jaringan tulang buatan, lalu membentuknya semirip mungkin dengan tulang aslinya.

“Dokter bisa mendapatkan bentuk tulang yang diinginkan lewat alat scan biasa, lalu datanya dihubungkan ke printer,” kata Prof Susmita Bose dari Washington State University yang menemukan alat tersebut seperti dikutip dari CBS News, Senin (5/12/2011).

Tulang buatan yang dicetak dengan printer ini sudah diujikan pada tikus dan kelinci dan hasilnya dimuat dalam jurnal Dental Materials. Uji coba pada manusia tinggal menunggu waktu, lalu jika berhasil maka dalam beberapa tahun ke depan alat ini mulai bisa dipasarkan.

Cara kerja printer tulang ini pada dasarnya sama seperti printer 3-dimensi yang dipakai untuk mencetak material logam. Hanya saja, ‘tintanya’ diganti dengan kalsium fosfat seperti pada tulang asli lalu dicampur dengan adonan seng dan silikon.

Bagian penyemprot tinta akan menyemburkan adonan tersebut pada semacam inti sel, yang ukurannya tidak lebih lebar dari sehelai rambut manusia. Semburan itu dilakukan selapis demi selapis hingga mencapai ketebalan tertentu seukuran karet penghapus.

Calon tulang seukuran karet penghapus itu kemudian dikeluarkan dari printer, lalu disimpan dalam kondisi yang sangat terkontrol di laboratorium agar tumbuh seperti tulang asli. Dalam beberapa pekan, tulang buatan yang dicetak dengan printer itu sudah bisa dicangkokkan.

http://www.detikhealth.com/read/2011/12/05/113259/1782611/763/tulang-buatan-bisa-dicetak-dengan-printer-3-dimensi?l1101755


Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatan-peralatan.

Spesifiksi dari peralatan Bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth Special Interest Group. Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 Ghz dengan menggunakan sebuah frequency hopping traceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara host-host bluetooth dengan jarak terbatas.Kelemahan teknologi ini adalah jangkauannya yang pendek dan kemampuan transfer data yang rendah.

Kehadiran bluetooth membuat seseorang tak lagi dipusingkan dengan kabel apa, warna apa, menuju ke mana, dan harus dicolok ke mana. Fungsi interkoneksi antarperalatan tersebut dapat digantikan oleh chipset bluetooth yang dipasang secara built-in pada peralatan elektronik terkait.

Nama “bluetooth” berasal dari nama raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand yang di Inggris juga dijuluki Harald Bluetooth. Konotasi demikian tidaklah jauh keliru, karena menurut cerita mitologi, Bluetooth konon berambut dan berkulit gelap. Ia gemar makan blueberries atau arbei, maka layak bila gigi Blatand menjadi kebiru-biruan atau blue tooth.

Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya. Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.

Sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf Jerman yang analog dengan huruf H dan B (singkatan dari Harald Bluetooth), yaitu H (Hagall) dan Runic letter (Blatand) yang kemudian digabungkan.

Awal mula dari Bluetooth adalah sebagai teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).

Bluetooth berupa card yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari card untuk Wireless Local Area Network (WLAN).

Pembentukan Bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) yang meluncurkan proyek ini. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan.

Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15).

Saat ini lebih dari 2.000 perusahaan atau anggota komunitas pecinta bluetooth tergabung dalam SIG. Dengan bluetooth mereka menawarkan nilai lebih dalam produknya untuk membidik pasar pelanggan papan atas. Dalam 2-3 tahun mendatang, bluetooth dipastikan bakal diproduksi secara massal dan diintegrasikan ke dalam aneka produk peralatan perkantoran, rumah tangga, kesehatan, peralatan kedokteran, otomotif, musik, game, dan entertainment. Bluetooth bakal mengubah secara drastis gaya hidup dan cara kerja peralatan perkantoran dan perkakas rumah tangga.

http://www.sukague.com/2011/10/alasan-kenapa-dinamakan-bluetooth.html

Kalau sebelumnya hanya bisa kita lihat di film, kini sudah menjadi kenyataan, karena ilmuwan telah berhasil menciptakan kunci yang ‘tak terlihat’.

Seperti yang dikutip dari AFP, Selasa (4/10/2011), sekelompok tim ilmuwan dari Taiwan berhasil mengembangkan teknologi kunci yang tak terlihat.

Kunci tak terlihat ini dimaksudkan oleh para ilmuwan penciptanya agar pengguna bisa membuka pintu hanya menggunakan gerakan tangan saja.

“Di masa depan, Anda tidak perlu cemas kehilangan atau ketinggalan kunci,” ujar Tsai Yao-Pin, pimpinan dari penelitian ini, yang juga mengajar di Technology and Science Institute of Northern Taiwan.

“Di dalam teknologi yang sedang dikembangkan ini, para ilmuwan memasukkan sebuah chip yang dapat mendeteksi pergerakan dalam tiga dimensi, sama seperti yang digunakan di game konsol Nintendo Wii,” tambahnya.

Tsai menyimpulkan bahwa nanti ke depannya pengguna dapat membuka pintu mereka hanya dengan menggerakan tangan mereka melalui sensor.

http://techno.okezone.com/read/2011/10/03/56/510209/ilmuwan-ciptakan-kunci-tak-terlihat