Posts Tagged ‘serangan jantung’

Serangan jantung memang bisa terjadi kapan saja dan pada siapa pun. Tapi ada 10 kejadian aneh dan lucu yang menjadi penyebab seseorang mengalami serangan jantung hingga akhirnya meninggal.

Serangan jantung adalah kondisi yang membutuhkan pertolongan cepat. Bila terjadi sumbatan pembuluh darah, maka dalam 2 jam ada 50 persen otot jantung yang mati dan tidak bisa kembali normal. Karena itu waktu adalah hal yang penting dalam menangani pasien serangan jantung.

Berikut ini 10 kasus serangan jantung yang paling aneh seperti dikutip oddee dari Huffingtonpost, Rabu (23/11/2011) yaitu:

1. Meninggal karena serangan jantung saat menonton komedi Inggris ‘The Goodies’
Pada tanggal 24 Maret 1975, Alex itchell seorang tukang batu berusia 50 tahun dari King’s Lynn meninggal akibat tertawa saat menonton episode dari The Goodies.

Menurut istrinya, ia tidak mampu berhenti tertawa saat menontonnya. Setelah 25 menit terus tertawa, Mitchell akhirnya merosot di sofa dan meninggal akibat mengalami gagal jantung.

2. Perempuan buta yang bisa melihat setelah terkena serangan jantung
Joyce Urch mengalami buta selama 25 tahun, lalu tiba-tiba ia bisa melihat kembali setelah mengalami serangan jantung. Dokter hanya mampu menjelaskan bahwa apa yang terjadi adalah sebuah ‘keajaiban’.

3. Seorang reporter melaporkan di Twitter bahwa ia mengalami serangan jantung
Koresponden Gedung Putih, Tommy Christopher mungkin telah membuat sejarah di social media sebagai orang yang pertama melaporkan lewat Twitter saat dirinya mengalami serangan jantung pada 6 September 2010.

Ia menulis tweet ‘I gotta be me. Livetweeting my heart attack. Beat that!’, bahkan ia juga memperbaharui statusnya tentang nyeri yang ia rasakan.

4. Guru yang sehat mengalami serangan jantung saat tengah talk show
Jerome Irving Rodale adalah pendukung pola makan sehat yang membela pertanian organik. Setelah ia berbicara bahwa ia bisa hidup selama 100 tahun dan mampu lari menyaingi taksi, ia harus meninggal karena mengalami serangan jantung saat sedang diwawancara oleh Dick Cavett Show tahun 1971.

5. Dokter mengalami serangan jantung dan mendapat pesan pager mengenai kondisi daruratnya sendiri
Pada Oktober 2006, seorang dokter bernama Roger Flux berusia 66 tahun mengalami sakit dada saat berbaring di rumahnya di New Forest. Istrinya menelepon 999 dan paramedis datang dalam hitungan beberapa menit.

Ketika paramedis sedang menanganinya, ia meminta istrinya untuk mengambil tas kerja dan mendengar suara pager berbunyi yang menyuruhnya untuk mengurus laki-laki dengan nyeri dada, setelah membaca alamatnya ternyata itu dari dirinya sendiri.

6. Meninggal akibat serangan jantung setelah diumumkan menang lotere
Donald Peters mungkin menjadi laki-laki paling beruntung dan sial dihari kematiannya. Beruntung karena ia memenangkan tiket lotere senilai US$ 10 juta pada 2 Desember 2008, tapi di hari yang sama ia meninggal akibat menderita serangan jantung.

7. Seorang pria mengalami serangan jantung dan diselamatkan oleh anjingnya
Teka mungkin menjadi anjing yang bisa berperan lebih dalam menyelamatkan hidup pemiliknya, Jim Touzeau. Pada tahun 2007, Touzeau tiba-tiba terjatuh dan tidak bergerak, Teka lalu mulai menggogong dan melompat di dada pemiliknya hingga jantung Touzea kembali bekerja dan ia bisa menelepon paramedis.

8. Kakek yang menderita serangan jantung sebelum melakukan seks oral
Seorang kakek mencari kesenangan seks sebelum napas terakhirnya. Tapi ia harus pingsan dan meninggal setelah bernegosiasi dengan seorang pelacur untuk melakukan oral seks pada Juli 2009.

Sayangnya kegembiraan yang dirasakan si kakek membuatnya pingsan dan meninggal akibat serangan jantung sebelum melakukan oral seks.

9. Komedian yang mengalami serangan jantung di panggung setelah menceritakan sebuah lelucon
Dick Shawn (1924-1987) adalah komedian yang mengalami serangan jantung dan meninggal setelah ia mengolok-olok politisi. Ia tiba-tiba terjatuh di lantai, tapi awalnya penonton mengira itu bagian dari pertunjukkan hingga ada karyawan yang memeriksa dan kemudian ia dinyatakan meninggal akibat serangan jantung.

10. Serangan jantung setelah melakukan permainan bowling yang sempurna
Setelah bermain bowling selama 45 tahun, Don Doanne dari Michigan akhirnya terpesona dengan permainannya yang sempurna yang dilakukan di Ravenna Bowl Michigan pada 16 Oktober 2008. Tapi beberapa saat kemudian ia meninggal akibat serangan jantung.

http://www.detikhealth.com/read/2011/11/23/190447/1774115/763/10-kasus-serangan-jantung-yang-paling-aneh?l991101755

Merawat dan membersihkan gigi secara rutin memang merupakan hal yang sepele dan seringkali tidak diperhatikan. Namun, ternyata hal tersebut dapat memberikan dampak yang cukup serius pada kesehatan secara umum.

Kunjungan ke dokter gigi setidaknya dua kali setahun dapat membantu untuk mengurangi risiko menderita serangan jantung atau stroke. Hal tersebut merupakan hasil penelitian dari sekelompok peneliti dari Veterans General Hospital in Taipei, Taiwan.

Hasil penelitian tersebut, baru-baru ini telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Heart Association (AHA) di Orlando, Florida.

“Perlindungan dari penyakit jantung dan stroke lebih jelas pada peserta penelitian yang mendapatkan pemeriksaan gigi sedikitnya setahun sekali. Memiliki gigi yang dibersihkan secara rutin oleh tenaga kesehatan profesional dapat untuk mengurangi pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan. Bakteri peradangan tersebut dapat menyebakan kondisi yang mengarah pada perkembangan penyakit jantung atau stroke,” kata Dr Emily (Zu-Yin) Chen, seorang ahli kardiologi di Veterans General, dalam sebuah rilis berita hasil penelitian di AHA seperti dilansir dari HealthNews, Selasa (15/11/2011).

Menyikat gigi secara rutin dan teratur dapat membantu menghilangkan lapisan biofilm yang lengket dan mudah melekat pada gigi. Lapisan biofilm tersebut mengandung bakteri dan dikenal sebagai plak. Plak yang telah mengeras karena terkalsifikasi disebut sebagai karang gigi (kalkulus).

Kalkulus hanya dapat dihilangkan dengan pembersihan karang gigi (scaling) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Dengan menggunakan proses yang disebut scaling, dokter gigi dapat menghilangkan kalkulus di atas dan di bawah garis gusi.

Kalkulus yang berada di atas garis gusi disebut sebagai kalkulus supragingiva. Sedangkan kalkulus yang terletak di bawah garis gingiva disebut sebagai kalkulus subgingiva.

“Saya akan menyarankan semua orang untuk melakukan pembersihan gigi secara rutin dan teratur oleh tenaga kesehatan profesional. Karena tidak semua kotoran yang melekat pada gigi dapat dihilangkan dengan menyikat gigi,” kata Dr. Chen.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa ada hubungan antara peradangan kronis dari penyakit gusi, dan pengembangan penyakit jantung. Namun, penelitian tersebut hanya dilakukan secara observasional.

Pada penelitian baru tersebut, para peneliti mengamati lebih dari 100.000 orang yang tidak memiliki sejarah masalah jantung atau stroke selama rata-rata 7 tahun.

Diantara peserta penelitian tersebut lebih dari 51.000 orang dewasa yang telah menerima setidaknya satu kali pembersihan karang gigi oleh tenaga kesehatan profesional. Dan kelompok sisanya merupakan kelompok yang tidak menerima pembersihan karang gigi oleh tenaga kesehatan profesional.

Penelitian tersebut menunjukkan di antara peserta yang telah melakukan pembersihan karang gigi dua kali dalam setahun selama 2 tahun, risiko untuk serangan jantung mengalami penurunan sebesar 24 persen, dan risiko stroke berkurang 13 persen.

Hal tersebut bila dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan pembersihan karang gigi oleh tenaga kesehatan profesional sama sekali.

http://www.detikhealth.com/read/2011/11/15/131737/1767690/766/periksa-gigi-secara-rutin-kurangi-risiko-serangan-jantung?l991101755

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 4 pembunuh terbesar manusia saat ini. Bukan lagi perang, bencana alam atau penyakit
menular melainkan penyakit-penyakit serius yang timbul akibat gaya hidup tidak sehat.

Keempat pembunuh manusia terbesar itu adalah: diabetes, kanker, penyakit paru-paru dan jantung. Data WHO menunjukkan hampir 80 persen dari penyakit kanker, diabetes, jantung dan paru-paru terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

WHO mencatat kematian akibat penyakit tidak menular (NCDs/non-communicable diseases) akan meningkat sebesar 17 persen pada dekade berikutnya. Di Afrika, jumlah tersebut akan terus meningkat sebesar 24 persen.

“Hasil statistik tersebut sangat mengkhawatirkan, tetapi kami tahu bagaimana cara untuk menurunkan angka tersebut,” kata Sekjen PBB, Ban Ki-moon dalam sidang majelis umum PBB yang membahas mengenai masalah kesehatan di gedung PBB seperti dilansir dari VOANews, Selasa (20/9/2011).

Keempat penyakit ini memiliki efek yang dapat melemahkan aspek sosial ekonomi. Hal tersebut disebabkan karena mungkin sebagian besar dari tenaga kerja ada yang sakit atau mati ketika usia produktif, maka ekonomi nasional akan kehilangan penghasilan dan jutaan keluarga terdorong ke dalam kemiskinan, sehingga mengancam pembangunan nasional.

Efek jangka panjang keuangan sangat dapat menghancurkan. Penelitian World Economic Forum and Harvard University memperkirakan bahwa selama 20 tahun ke depan penyakit tidak menular (NCDs) dapat menghabiskan biaya ekonomi global lebih dari US$ 30 triliun.

PBB telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas penyebab kematian terbesar di dunia, yaitu NCDs (non-communicable diseases). Pertemuan yang berlangsung pada 19 September 2011 tersebut dilakukan guna membahas bagaimana pemerintah dapat mengendalikan 36 juta kematian setiap tahun dari penyakit yang seharusnya dapat dicegah dan diobati.

Ban Ki-moon mengatakan bahwa, kunci untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit-penyakit tersebut adalah dengan meningkatkan olahraga, meningkatkan gizi, dan pemeriksaan dini untuk penyakit ini.

Makanan olahan merupakan salah satu penyebab
obesitas, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

“Khususnya saya menghimbau pada perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari menjual makanan olahan untuk anak-anak agar bertindak dengan bertanggungjawab. Tidak hanya untuk produsen makanan, tetapi juga perusahaan media, pemasaran dan periklanan yang juga memainkan peran sentral dalam perusahaan ini. Kita semua juga dapat bekerja sama untuk mengakhiri penggunaan tembakau dan alkohol,” kata Ban Ki-moon.

Sedangkan Direktur Jenderal WHO, Margaret Cha mengatakan makanan olahan yang tinggi garam, lemak, dan gula telah menjadi makanan pokok baru di seluruh dunia. Berbagai makanan olahan tersebut tersedia dan dipasarkan secara luas dan tentunya dijual dengan harga yang murah.

Tetapi ia memperingatkan bahwa tren ini merupakan faktor yang telah menyumbang peningkatan kejadian penyakit tidak menular (NCDs). Makanan olahan telah meningkatakan risiko obesitas. Lebih dari 40 juta anak pra sekolah mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dan lebih dari 50 persen dari populasi orang dewasa di beberapa negara juga telah mengalami obesitas. Obesitas menjadi pintu masuk penyakit mematikan seperti diabetes dan jantung.

http://www.detikhealth.com/read/2011/09/20/124539/1726325/763/4-pembunuh-manusia-terbesar-versi-who?l991101755