Posts Tagged ‘racun’

Selain nikotin dan ratusan racun berbahaya lainnya, rokok juga mengandung unsur radioaktif yang disebut sebagai ion alfa. Keberadaan unsur berbahaya ini diklaim sudah diketahui oleh industri rokok, namun disembunyikan selama 42 tahun.

Klaim mengejutkan ini disampaikan oleh para peneliti dari University of California di Los Angeles dan dipublikasikan di jurnal Nicotine and Tobacco Research. Para peneliti mengungkap hal itu setelah mempelajari dokumen-dokumen rahasia dari industri rokok sejak tahun 1998.

Salah satu dokumen menyebutkan, adanya bahan radioaktif dalam rokok sudah diketahui 5 tahun lebih awal daripada yang diduga selama ini. Pada awal 1960-an, industri rokok diam-diam sudah melakukan investigasi mendalam terkait kemungkinan adanya unsur radiasi.

“Industri rokok sudah menyadari adanya unsur radioaktif dalam rokok sejak 1959. Mereka tahu itu memicu kanker, tetapi menyembunyikan fakta itu bertahun-tahun,” ungkap Hrayr S Karagueuzian, profesor kardiologi yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Indiavision, Jumat (30/9/2011).

Tak hanya itu, dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa selama itu industri rokok berusaha mengaburkan fakta tentang radiasi asap rokok dan bahayanya bagi kesehatan. Hasil-hasil penyelidikan tentang ion alfa yang berbahaya tidak boleh dipublikasikan.

Unsur radioaktif dalam rokok, seperti ditulis detikHealth sebelumnya, berasal dari mineral alami di dalam tanah maupun penggunaan pupuk. Salah satu unsur yang melepaskan ion alfa adalah polonium, yang tingkat radiasinya disebut-sebut 7 kali lebih besar dari sinar X.

Efek radiasi pada asap rokok bisa terakumulasi, kemudian dalam jangka panjang akan memicu kerusakan paru-paru atau bahkan kanker. Bukan hanya perokok aktif saja yang bisa terkena dampaknya, perokok pasif atau bahkan third hand smoker juga terancam kesehatannya.

http://www.detikhealth.com/read/2011/09/30/120158/1733898/763/radiasi-dalam-rokok-diketahui-sejak-1959-tapi-disembunyikan?l991101755

Iklan

Selain menjalankan kewajiban yang harus ditunaikan umat Muslim di bulan Ramadan, puasa juga memberikan banyak manfaat kesehatan. Saat berpuasa memberikan tubuh kesempatan untuk melakukan detoksifikasi (membersihkan tubuh).

Detoksifikasi adalah proses normal tubuh untuk mengeliminasi atau menetralkan racun yang dihasilkan dari fungsi biokimia melalui usus, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening, dan kulit.

Puasa dapat menjalankan proses ini karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, yang terakhir diubah menjadi energi adalah cadangan lemak.

Ketika cadangan lemak digunakan untuk energi selama berpuasa, mereka melepaskan bahan-bahan kimia yang disimpan dari asam lemak ke dalam sistem dan kemudian dieliminasi melalui organ-organ yang disebutkan di atas, seperti dilansir Pureinsideout, Senin (1/8/2011).

Manfaat lain dari puasa adalah memicu proses penyembuhan. Selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan, karena tidak ada makanan untuk memobilisasi terhadap metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.

Inilah salah satu alasan mengapa hewan berhenti makan ketika terluka dan alasan mengapa manusia merasa tidak lapar ketika sedang sakit.

Puasa juga memicu penurunan berat badan dengan cepat. Setelah berada dalam mode puasa, tubuh menjadi terbiasa untuk bekerja tanpa makanan setelah beberapa hari.

Setelah berpuasa, perut sebenarnya menyusut dan dikembalikan ke ukuran normal. Orang-orang cenderung puas dengan sedikit makanan setelah berpuasa, sebagai sinyal terakhir untuk tubuh bahwa Anda telah mengubah cara makan.

Tapi hati-hati makan berlebihan setelah berpuasa, terutama jika Anda membuat tubuh lapar secara ekstrem. Hal ini bisa mengalahkan seluruh tujuan puasa dan juga manfaat yang seharusnya Anda dapatkan.

sumber : http://www.detikhealth.com/read/2011/08/01/070250/1693390/766/saat-puasa-saatnya-mendetoks-tubuh?ld991103763

Pelajari apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah sejam, sehari, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun setelah Anda menghentikan kebiasaan merokok. Fakta ini mungkin dapat mengejutkan Anda.
Anda pasti tahu seberapa buruk kebiasaan merokok bagi kesehatan Anda. Dan waktu terbaik untuk berhenti? Detik ini. Hanya dalam waktu 20 menit Anda akan mulai merasakan manfaat dari tidak merokok, dan dalam waktu cukup singkat, Anda telah menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, dan kondisi berbahaya lainnya.

Penasaran berapa lama nikotin akan bertahan di tubuh Anda? Gejala apa yang akan Anda alami saat Anda berusaha berhenti merokok? Ingin tahu penyakit apa saja yang disebabkan dengan merokok? Berapa hari bebas tembakau yang akan membuat tubuh Anda memulihkan diri dan tidak lagi berada pada resiko bahaya rokok? Berikut ini adalah timeline apa yang akan terjadi pada tubuh Anda saat Anda berhenti merokok.

20 menit setelah Anda berhenti merokok.
Pengaruh akibat Anda berhenti merokok akan segera diatur oleh tubuh Anda. Kurang dari 20 menit setelah rokok terakhir Anda, detak jantung Anda akan mulai menurun kembali ke tingkat normal.

2 jam setelah Anda berhenti merokok.
Setelah dua jam tanpa rokok, denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami penurunan mendekati tingkat yang sehat. Sirkulasi perifel Anda juga mungkin meningkat. Perhatikan ujung jari kaki dan tangan Anda – karena mungkin akan mulai terasa hangat. Gejala penghentian nikotin biasanya dimulai sekitar dua jam setelah Anda mengisap rokok terakhir Anda. Gejala awal biasanya cenderung bersifat emosional, termasuk:

* Sangat ingin merokok secara terus-menerus
* Merasa cemas, tegang atau frustrasi
* Mengantuk atau kesulitan tidur
* Nafsu makan meningkat

Untuk melawan gejala-gejala ini, cobalah untuk mengakuinya dengan rasionalisasi dan menuliskannya. Jangan menipu diri Anda dengan merokok lagi karena hal itu justru hanya akan membuat Anda jengkel.

12 jam setelah Anda berhenti merokok.

Karbon monoksida – yang dapat menjadi racun bagi tubuh pada tingkat tinggi – dilepaskan dari pembakaran tembakau dan dihirup sebagai bagian dari asap rokok. Karena karbon monoksida terikat baik dengan sel darah, kandungan tinggi dari zat ini dapat mencegah sel darah untuk mengikat oksigen, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah jantung yang serius. Hanya dalam waktu 12 jam setelah berhenti merokok, karbon monoksida dalam tubuh Anda akan menurun ke tingkat normal, dan kadar oksigen dalam darah Anda akan meningkat sampai tingkat normal.

24 jam setelah Anda berhenti merokok.
Rata-rata serangan jantung di kalangan perokok 70%lebih tinggi daripada yang tidak merokok. Namun, percaya atau tidak, hanya sehari penuh setelah Anda berhenti merokok, resiko serangan jantgung Anda sudah mulai menurun. Meskipun Anda belum sepenuhnya bebas, namun Anda sudah berada di jalan yang benar.

48 jam setelah Anda berhenti merokok.

Merokok mungkin tidak mengancam nyawa, namun indra yang mati – terutama indra penciuman dan perasa – merupakan salah satu konsekuensi yang jelas dari rokok. Untungnya, setelah 48 jam tanpa rokok, ujung saraf Anda akan mulai tumbuh kembali, dan kemampuan Anda untuk mencium dan merasa akan meningkat. Hanya sedikit waktu lagi, Anda akan kembali menghargai hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.

72 jam setelah Anda berhenti merokok.

Pada titik ini, nikotin akan benar-benar keluar dari tubuh Anda. Sayangnya, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan mencapai puncaknya di sekitar waktu ini. Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, atau kram di samping gejala emosional yang telah disebutkan sebelumnya. Untungnya, gejala fisik ini akan berlalu dengan cepat.
Untuk melawan gejala mental, pertimbangkan untuk menghargai diri Anda yang tidak lagi merokok: gunakan uang yang biasanya Anda habiskan untuk membeli rokok dengan menghabiskan makan malam di restoran yang bagus.

2 sampai 3 minggu setelah Anda berhenti merokok.

Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai benar-benar merasa berbeda. Anda pada akhirnya bisa berolahraga dan melakukan aktivitas fisik tanpa merasa kehabisan nafas dan sakit. Hal ini disebabkan sejumlah proses regeneratif yang mulai terjadi dalam tubuh Anda; sirkulasi tubuh Anda akan meningkat, dan fungsi paru-paru Anda juga akan meningkat secara signifikan. Setelah dua atau tiga minggu tanpa rokok, paru-paru Anda akan mulai terasa lega, dan Anda akan mulai bernafas dengan lebih mudah
Bagi kebanyakan perokok, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan hilang dua minggu setelah berhenti merokok.

1 sampai 9 bulan setelah Anda berhenti merokok.

Sekitar sebulan setelah Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan mulai beregenerasi. Di dalam paru-paru, silia – rambut halus – seperti organel yang mendorong lendir keluar – mulai memperbaiki diri dan kembali berfungsi dengan baik. Dengan silia yang kembali dapat berfungsi dengan baik, akan menolong mengurangi resiko Anda terkena infeksi. Dengan paru-paru yang berfungsi sebagaimana mestinya, batuk dan sesak nafas yang Anda alami akan terus menurun secara dramatis.
Bahkan untuk para perokok berat, gejala yang timbul akibat berhenti merokok tidak akan lagi terasa beberapa bulan setelah berhenti dari merokok.

1 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Menandai satu tahun berhentinya Anda dari kebiasaan merokok merupakan hal yang besar. Setelah setahun tanpa rokok, resiko Anda terkena serangan jantung akan menurun sampai 50% dibandingkan ketika Anda masih merokok. Cara lain untuk melihat pada kemajuan ini adalah seorang perokok dua kali lebih mungkin dibandingkan Anda untuk menderita semua jenis penyakit jantung.

5 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Sejumlah zat dilepaskan dalam proses pembakaran tembakau – karbon monoksida merupakan salah satu di antaranya – akan menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit, yang meningkatkan resiko Anda mengalami stroke. Setelah 5-15 tahun bebas dari rokok, resiko Anda untuk memgalami stroke sama dengan mereka yang bukan perokok.

10 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Para perokok memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk daftar menakutkan dari penyakit kanker, dengan kanker paru-paru menjadi yang paling umum dan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90% kematian akibat penyakit paru-paru di seluruh dunia. Hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika Anda berhenti, resiko kematian akibat kanker paru-partu akan turun 50% dibandingkan mereka yang merokok. 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, resiko Anda dari kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun.

15 tahun setelah Anda berhenti merokok.
15 tahun tanpa merokok akan membawa resiko penyakt jantung kembali ke tingkat yang sama dengan mereka yang memang bukan perokok. Anda tidak akan lagi berada pada posisi yang lebih tinggi dari normal untuk berbagai kondisi seperti serangan jantung, penyakit koroner, arhitmia, angina, infeksi jantung maupun kondisi yang mempengaruhi irama detak jantung Anda.
Manfaat jangka panjang dari menghentikan kebiasaan merokok sangatlah fantastis. Menurut Asosiasi Jantung Amerika, mereka yang tidak merokok rata-rata hidup 14 tahun lebih lama dibandingkan para perokok. Berhenti hari ini, dan Anda akan memperpanjang rentang hidup Anda dan menghidupi tahun-tahun ekstra dengan sistem kardiovaskular yang dapat berfungsi, saat Anda aktif dan merasa luar biasa.
Apakah Anda siap berhenti? Berhenti memang tidak mudah, namun hal itu sangat layak untuk diperjuangkan, dan ada sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda berhenti hari ini. Apakah Anda siap untuk menikmati manfaat dari hidup bebas asap rokok?

sumber artikel : http://faktabukanopini.blogspot.com/2011/03/fakta-mengejutkan-yang-terjadi-pada.html

sumber gambar : gettyimages.com

Obat palsu bagaikan fenomena gunung es, hanya tampak permukaannya namun tak pernah diketahui berapa banyak yang beredar. Peredarannya juga sulit dikontrol, bisa menyusup ke mana saja termasuk di rumah sakit dan praktik dokter.

Obat palsu didefinisikan sebagai obat yang diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan. Tujuannya jelas untuk mencari untung, sementara faktor keamanan dan kemanjurannya tidak ada yang bisa menjamin.

“Untungnya pasti besar. Karena peredarannya ilegal, pembuat obat palsu tidak perlu mikir biaya marketing karena bisa ‘ndompleng’ obat aslinya,” ujar Parulian Simanjuntak, direktur eksekutif International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) dalam acara media tour di pabrik Sanofi Aventis, Pulo Mas Jakarta, Senin (28/2/2011).

Parulian menambahkan, sebagian besar obat palsu memang beredar di pasar ilegal. Di Jakarta misalnya, orang mengenal Pasar Pramuka sebagai pusat peredaran obat-obat palsu yang tidak jelas asal usulnya.

Oleh karena itu, salah satu upaya antisipasi agar tidak salah membeli obat palsu adalah dengan membelinya di apotek. Menurut Parulian, jalur distribusi di apotek cukup ketat karena harus melalui distributor yang terpercaya seringga lebih terjamin keamanannya.

Meski demikian, Parulian mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan obat palsu bisa menyusup ke jalur distribusi yang resmi. Menurutnya obat palsu bisa saja masuk ke instalasi farmasi rumah sakit dan tempat praktik dokter.

Mengenai jumlah obat palsu yang beredar di Indonesia saat ini, Parulian juga enggan menduga-duga. Menurutnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sekalipun akan sulit mengungkap jumlahnya secara pasti.

“Kalau tahu berapa banyak obat palsu yang beredar, logikanya kita juga bisa mengungkap dari mana obat itu berasal,” tambah Parulian.

Yang terpenting menurut Parulian, pasien atau konsumen bisa menghindari obat palsu dengan tidak membeli obat hanya karena harganya lebih murah. Pastikan obat hanya dibeli di tempat resmi, misalnya di apotek.

sumber artikel : http://health.detik.com/read/2011/02/28/160459/1581294/763/awas-obat-palsu-ada-di-mana-mana?l991101755
sumber gambar : gettyimages.com

Awas! Merokok Rusak DNA!!

Posted: 25 Januari 2011 in Artikel
Tag:, , , , ,

EFEK buruk merokok ternyata berlangsung sangat cepat. Dalam hitungan menit, bagi mereka yang pertama kali menghisap, rokok mengakibatkan kerusakan gen yang berkaitan dengan kanker.

“Dampaknya sangat cepat sehingga sama dengan menyuntikkan zat itu langsung ke dalam aliran darah,” tulis peneliti dalam jurnal kajian Chemical Research in Toxicology, yang diterbitkan American Chemical Society.

Studi itu menjadi yang pertama untuk melacak bagaimana zat pada tembakau mengakibatkan kerusakan deoxyribonucleic acid (DNA) manusia. DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. DNA umumnya terletak di dalam inti sel.

Penelitian dilakukan pada 12 orang perokok. Para ilmuwan melacak polutan yang disebut PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons), di dalam asap tembakau. Polutan sejenis dapat ditemukan di pembangkit listrik bertenaga batu bara juga makanan yang dipanggang pada barbecue.

Zat phenanthrene pada asap rokok ternyata membentuk bahan beracun yang mengakibatkan mutasi penyebab kanker. “Perokok mengembangkan tingkat maksimum zat itu dalam kerangka waktu yang bahkan membuat terkejut para peneliti tersebut: cuma dalam waktu 15-30 menit setelah relawan mengakhiri merokok,” kata studi itu, dikutip AFP.

Pemimpin studi yang didanai National Cancer Institute itu, Stephen Hecht, mengatakan, ini mestinya menjadi peringatan bagi bagi mereka yang ingin atau tengah berencana mulai merokok.

Terlebih, 90 persen kematian karena kanker paru-paru disebabkan asap rokok. Sementara penyakit mematikan ini menewaskan 3.000 orang di seluruh dunia setiap hari. Kanker paru-paru ditandai adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada paru-paru. Jika dibiarkan dapat menyebar ke organ lain.

Pada stadium dini, kanker paru-paru sulit dikenali mengingat umumnya tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Bila ukuran kanker membesar dan menjalar ke organ lain, barulah akan muncul keluhan, seperti batuk darah, sesak napas disertai suara mengi.

Gejala lain yakni hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, kelemahan tubuh (malaise), mudah lelah, pembengkakan di muka, leher, dan dada. Tak ada salahnya untuk mencegah sejak dini. Anda yang ingin mulai merokok, berfikirlah ulang!

sumber : suaramerdeka.com

Mandi seharusnya kegiatan yang dilakukan setiap hari untuk membersihkan tubuh, tapi beberapa orang ada yang malas mandi atau tidak bisa mandi. Berapa lama tubuh bisa menoleransi orang yang tidak mandi?

Hal yang terlintas di pikiran seseorang ketika tidak mandi adalah badan yang kotor, bau dan dijauhkan dari lingkungan sosial seperti anggota keluarga atau teman-temannya. Maka itu mandi merupakan salah satu kegiatan wajib untuk membersihkan kotoran yang melekat di tubuh.

Ada beberapa alasan kenapa orang yang jarang mandi seperti jumlah air yang tersedia hanya sedikit misalnya di daerah gurun, ketersediaan fasilitas untuk mandi khususnya di daerah yang akses kesehatannya masih terbatas, pekerjaan yang menguras waktu, sudah menjadi gaya hidupnya serta musim karena pada musim dingin orang lebih cenderung malas untuk mandi.

Seperti dikutip dari Thefrisky.com, Kamis (23/12/2010) berapa lama seseorang boleh tidak mandi umumnya bersifat relatif, tergantung dari aktivitas dan juga kondisi kesehatannya.

Namun umumnya seseorang bisa bertahan tidak mandi selama 5-7 hari, meski mungkin ada yang bisa bertahan kurang atau lebih lama dari jangka waktu itu.

Hal ini dikarenakan jika seseorang terlalu lama tidak mandi, maka kotoran yang menempel di kulit akan semakin tebal sehingga menghambat keringat untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh dan juga memungkinkan bakteri serta mikroorganisme berkembang biak di kulit.

Idealnya jika seseorang sudah merasakan badan yang lengket serta timbul gatal-gatal di kulit, itu bisa menjadi tanda bahwa sudah waktunya bagi tubuh untuk mandi. Jika hal ini diabaikan bisa memicu terjadinya penyakit kulit seperti kurap atau gatal-gatal yang menimbulkan ruam di kulit.

Namun kondisi ini bisa lebih parah daripada sekedar gatal-gatal seperti adanya mikroorganisme staphylococcus, maka bisa berakibat fatal terutama jika mikroorganisme ini mencapai aliran darah. Meskipun hal ini sangat jarang terjadi.

Jadi walaupun tubuh bisa menerima orang tidak mandi, tapi jarang mandi bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuhnya. Sebaliknya rajin mandi akan mendapatkan sejumlah manfaat untuk tubuhnya. Apalagi jika Anda punya masalah bau badan, malah disarankan untuk sering-sering mandi.

sumber : forum.detik.com

Alkohol bisa berasal dari mana saja, tapi yang paling populer terdapat dalam minuman anggur, bir atau minuman keras lainnya. Ada 10 alasan kenapa minuman alkohol memang harus dijauhi.

Minuman alkohol memang bisa bagus untuk kesehatan misalnya menghangatkan tubuh di udara yang dingin. Tapi yang banyak terjadi alkohol dikonsumsi secara berlebihan hingga manfaatnya hilang.

Tidak peduli berapa pun usia seseorang, alkohol bisa menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan dan dirinya sendiri.

Dikutip dari Livestrong, Jumat (22/10/2010) ada 10 alasan kenapa minuman alkohol layak dijauhi, yaitu:

Kecanduan

Kecanduan adalah salah satu efek yang paling terlihat jika seseorang menggunakan alkohol dalam jangka waktu panjang. Hal ini berarti seseorang harus minum lebih banyak sebelum mabuk atau agar bisa merasa lebih rileks.

Gejala balikan (withdrawal)

Seseorang akan mengalami gejala penarikan (withdrawal) ketika mencoba untuk berhenti minum secara tiba-tiba atau saat bangun keesokan harinya. Gejala ini termasuk merasa cemas, mual, muntah, mudah marah, kehilangan nafsu makan dan perasaan gemetar.

Penyakit hati

Menurut University of Maryland Medical Center penggunaan alkohol bisa menyebabkan penyakit hati kronis, seperti fatty liver (lebih dari 90 persen pengguna alkohol), serta hepatitis alkoholik dan sirosis alkohol yang bisa mengakibatkan kegagalan hati.

Mengakibatkan kecelakaan
Alkohol akan mengganggu kemampuan seseorang mengemudi dan memperlambat proses berpikir. Gabungan kondisi ini menjadi penyebab seseorang mengalami kecelakaan setelah minum alkohol.

Perilaku berbahaya

Alkohol bisa mengurangi kemampuan inhibisi alami seseorang, sehingga orang yang mabuk seringkali melakukan hal-hal berbahaya tanpa disadarinya seperti berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau menyeberang jalan sembarangan.

Efek negatif terhadap suatu hubungan
Mengonsumsi alkohol tidak hanya berefek terhadap diri sendiri, tapi juga orang-orang disekitarnya seperti anak-anak. Karenanya kekerasan rumah tangga seringkali terjadi pada orang yang menyalahgunakan alkohol dan anak-anak mungkin menderita trauma jangka panjang akibat kebiasaan minum orangtuanya tersebut.

Depresi
Dalam jangka pendek alkohol bisa memberikan efek rileksasi, tapi tanpa disadari alkohol justru memberikan kontribusi terhadap perkembangan depresi. Sekitar 40 persen peminum berat menunjukkan tanda-tanda depresi.

Kehilangan pekerjaan
Semakin sering seseorang minum alkohol, maka semakin berkurang pemikirannya tentang tanggung jawab termasuk pekerjaan. Hal ini akan menurunkan produktivitas bekerja dan nantinya berujung pada pengangguran.

Memicu masalah hukum
Mengonsumsi alkohol bisa memicu terjadinya masalah hukum, seperti ditangkap akibat perilaku tidak tertib atau mengemudi dibawah pengaruh alkohol.

Mengabaikan kebersihan diri sendiri

Seseorang yang mengonsumsi alkohol lama kelamaan akan mengabaikan kebersihan dirinya sendiri, seperti memakai baju yang sama berulang-ulang, jarang mandi atau lupa menyikat gigi. Karena yang ada di dalam pikiran orang tersebut hanyalah alkohol dan berhenti memikirkan hal lainnya.

sumber : health.detik.com