Posts Tagged ‘puasa’

Karena harus menahan hawa nafsu di siang hari selama Ramadan, banyak perokok yang berhasil mengurangi jumlah rokok yang dihisapnya atau bahkan berhenti sama sekali. Lalu setelah Ramadan merokok lagi? Jangan dong!

Berdasarkan pengalaman dr Tribowo Tuahta Ginting, SpKJ yang bergabung menjadi tim dokter di Klinik Berhenti Merokok RSUP Persahabatan, memang cukup banyak pasiennya yang berhasil mengurangi konsumsi rokok, bahkan ada yang berhasil berhenti total.

“Dari pengalaman beberapa pasien memang lebih gampang untuk berhenti karena untuk ibadah jadi tidak merasa terbebani,” jelas dr Tribowo Tuahta Ginting, SpKJ, dokter spesialis Kedokteran Jiwa dari RSUP Persahabatan, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (25/7/2012).

Menurutnya, yang paling banyak adalah yang berhasil mengurangi jumlah konsumsi rokok, misal yang tadinya 1 bungkus sehari menjadi 3 batang.

Ada pula yang berhenti namun hanya sebulan selama Ramadan atau hingga 2 bulan setelahnya. Selebihnya kembali lagi menghisap batang 9 cm mengandung nikotin tersebut. Tapi yang sudah memiliki niat kuat, Ramadan juga sering dijadikan momentum untuk berhenti merokok secara total.

“Kalau seperti itu biasanya saya ngomong, kenapa tidak dilanjutkan karena modalnya kan sudah ada, minimal sudah bisa mengurangi jumlahnya. Kan sayang,” lanjut pria kelahiran Palangkaraya, 19 Februari 1977.

Momen Ramadan dianggap lebih mudah untuk berhenti merokok karena si perokok sudah memiliki niat untuk berpuasa, yang artinya juga tidak diperbolehkan untuk merokok. Orang berpuasa juga diharuskan menahan hawa nafsu, perilaku dan tindak tanduk.

Ditambah lagi dukungan dari lingkungan sekitar yang kebanyakan sedang berpuasa dan tidak diperbolehkan merokok.

Namun, kebiasaan merokok akan kembali seperti biasa karena perokok merasa batasan hawa nafsunya sudah terlewati. Lingkungan di sekitar juga mempengaruhi karena kebanyakan perokok akan kembali ke kebiasaan lamanya.

“Si perokok sendiri sebenarnya menyadari kalau itu sayang, tapi dia merasa batasan hawa nafsunya sudah terlewati. Padahal ketika dia niat untuk berpuasa, dia sudah bisa mengurangi kebiasaan tersebut, karena kunci untuk berhenti kan niat,” tandas dr Tribowo, yang bergabung menjadi tim dokter di Klinik Berhenti Merokok RSUP Persahabatan.

http://health.detik.com/read/2012/07/25/165634/1974766/775/berhenti-merokok-cuma-di-bulan-puasa-jangan-dong?l11755775

Apakah tubuh telah kekurangan cairan?
Bulan Ramadan telah memasuki minggu-minggu terakhir. Kemenangan bagi yang berpuasa telah di depan mata. Namun adakah di antara kita yang mendapati gejala-gejala berikut pada tubuh akhir-akhir ini?
– Kulit mengering dan pecah-pecah
– Mulut terasa sangat kering, air liur berkurang dan bibir kering pecah-pecah
– Muka memerah
– Pusing, lemah dan sering mengantuk
– Sering kram otot kaki dan tangan
– Volume urin berkurang dengan warna lebih keruh/gelap dari biasanya mata berkurang kelembabannya

Berikut tipsnya:

Puasa di bulan Ramadhan akan membuat Anda tidak bisa mengonsumsi cairan apapun dalam waktu kurang lebih 8 jam. Karena itu, Anda harus memiliki trik agar tetap bisa beribadah sekaligus terhindar dari dehidrasi.

Tetap 8 Gelas Setiap Hari
Rata-rata, seseorang membutuhkan asupan cairan sebanyak 8 gelas setiap hari. Asupan cairan ini bisa melalui air mineral, buah-buahan yang mengandung cairan, atau makanan berkuah. Usahakan agar saat sahur, Anda mencicil beberapa gelas, bisa 3 4 gelas (tetapi tidak langsung sekali minum). Demikian juga saat berbuka puasa. Jumlah 8 gelas bisa bertambah jika aktivitas yang Anda lakukan sepanjang hari menguras keringat dan tenaga.
Hindari Kafein dan Minuman Bersoda
Sebisa mungkin, minimalkan atau hindari mengonsumsi minuman/makanan yang mengandung kafein. Kafein memiliki kemampuan untuk menghilangkan manfaat dari air di dalam tubuh dan menghilangkan kelembaban. Jika Anda ingin menikmati minuman hangat, pilih teh hijau atau teh chamomile. Hindari juga minuman bersoda yang dapat membuat perut terasa penuh.

Beri Rasa Pada Air Mineral
Banyak orang yang tidak suka mengonsumsi air mineral karena rasanya hambar. Hal ini dapat diatasi dengan memberi rasa pada air mineral, tentunya rasa dari bahan alami. Anda bisa memasukkan sepotong irisan lemon atau sedikit perasan jeruk nipis ke dalam air mineral, rasanya akan lebih segar. Tetapi hindari memberi tambahan berupa gula atau pemanis lainnya.

Minum Susu
Anak-anak bisa mulai belajar puasa. Untuk mencegah dehidrasi pada anak, Anda bisa memberikan susu. Sebuah penelitian yang dilakukan di McMaster Universitymenyebutkan bahwa susu lebih baik untuk menghindari dehidrasi pada anak daripada jenis minuman suplemen atau air karena susu kaya akan kandungan protein, karbohidrat, kalsium, dan elektrolit.

Makan Buah Yang Mengandung Banyak Air
Ingin menghindari dehidrasi dengan cara yang lezat dan tidak membuat bosan? Nikmati buah-buahan segar yang mengandung banyak air, misalnya melon, semangka, jeruk manis dan lain sebagainya. Selain rasanya enak dan mencukupi kebutuhan air, buah-buahan tersebut dapat memberi asupan nutrisi untuk menjaga stamina Anda selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

http://waterforlives.blogdetik.com/2012/07/24/tips-mencegah-dehidrasi-selama-puasa/?l11755blog

Saat bulan Ramadan tiba, seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan menunaikan ibadah puasa. Tak hanya untuk mendapatkan pahala, berpuasa juga banyak memberikan manfaat kesehatan. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan orang Indonesia yang dinilai tidak sehat dan justru membuat puasa terasa semakin berat.

Jika dilakukan dengan benar, puasa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, antara lain detoksifikasi (membersihkan tubuh), memicu proses penyembuhan dan penurunan berat badan.

Namun beberapa kebiasaan berikut dapat membuat ibadah puasa terasa berat dan juga tak sehat untuk tubuh,

1. Banyak makan manis saat sahur

“Sebaiknya menghindari makanan yang cepat meningkatkan rasa lapar seperti terlalu manis,” jelas DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi FKUI kepada detikHealth.

Menurut Dr Tati, makanan yang terlalu manis dan karbohidrat sederhana akan meningkatkan gula darah secara cepat namun kemudian akan menurunkannya secara drastis, yang akhirnya akan menyebabkan tubuh kekurangan zat gula sebagai zat tenaga sehingga tubuh cepat lemas, cepat lapar dan mengantuk.

2. Langsung tidur sehabis sahur

“Setelah makan, makanan akan disimpan di dalam lambung. Nah, ketika Anda langsung tidur sehabis sahur, maka makanan itu akan berbalik arah lagi ke atas. Setidaknya beri jedah 1-2 jam,” ujar Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, dari FKUI-RSCM.

Kondisi ini disebut refluks esofagus. Bila ini terjadi, makanan yang baru saja mencapai lambung akan berbalik arah ke kerongkongan dan membawa asam lambung. Akibatnya, kerongkongan akan terasa kering, panas, membuat mual, mulas dan ingin muntah. Ini akan semakin parah pada penderita maag.

3. Buka puasa pakai gorengan

Gorengan membawa efek yang tidak baik untuk saluran tenggorokan dan pencernaan, terutama bagi orang yang seharian mengosongkan perut. Makanan yang tinggi lemak seperti gorengan akan membuat orang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung.

Hal ini tidak baik untuk orang yang baru berbuka puasa. Karena setelah 14 jam lambung kosong, tubuh butuh nutrisi yang cukup, tapi dengan adanya lemak tubuh akan merasa sudah kenyang dan akhirnya penyerapan nutrisi pun terhambat.

4. ‘Balas dendam’ saat buka puasa bikin kolesterol naik

“Puasa sebenarnya bagus sekali untuk kesehatan tubuh, sepanjang orang mau membatasi pola makannya. Dan tidak ada itu kata balas dendam,” ujar dr Arieska Ann Soenarta, Sp.JP (K), spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah RS Harapan Kita.

Menurut dr Ann, banyak sekali kecenderungan orang makan tidak terkontrol pada bulan puasa, terutama pada saat buka puasa. Hal ini dapat diamati dengan penuhnya restoran-restoran mahal yang menyajikan berbagai makanan termasuk makanan berkolesterol tinggi, di saat buka puasa.

5. Puasa malah makin gemuk karena makan berlebihan

“Pada prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak dari makanan yang diolah menjadi tenaga. Hal ini banyak terjadi di bulan puasa,” ungkap Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM.

Biasanya orang yang berpuasa akan makan berlebihan ketika sahur karena takut lemas atau makan balas dendam saat buka. Sedangkan di pagi dan siang harinya, aktivitas fisik yang dilakukan berkurang, banyak tidur dan jarang sekali bergerak. Alhasil, lemak menumpuk dan akhirnya berat badan meningkat.

http://health.detik.com/read/2012/07/23/122620/1972184/763/kebiasaan-kebiasaan-tak-sehat-orang-indonesia-di-bulan-puasa

Umat muslim melakukan salat 5 waktu dalam sehari. Namun ketika bulan Ramadhan, ada tambahan salat Tarawih yang dilakukan seusai salat Isya’ di malam hari. Gerakan salat diketahui dapat meningkatkan fleksibiltas dan kebugaran otot tubuh, demikian pula dengan salat Tarawih yang durasinya relatif lebih panjang.

“Tingkat metabolisme otot meningkat ketika melakukan salat sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi otot. Kekurangan ini akan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan kaliber pembuluh darah, sehingga memungkinkan darah mengalir dengan mudah kembali ke jantung. Peningkatan beban jantung akan memperkuat dan memperbaiki sirkulasi otot jantung,” kata Dr Ibrahim B. Syed, Ph.D, profesor kedokteran klinis dari University of Louisville School of Medicine seperti dilansir Islam for Today, Senin (23/7/2012).

Menurut dr Ibrahim, glukosa darah dan plasma insulin mulai meningkat dalam waktu 1 jam atau lebih setelah berbuka puasa. Glukosa dan gula darah mencapai tingkat tinggi dalam waktu 1 atau 2 jam kemudian. Saat masuk salat tarawih, glukosa yang beredar akan dimetabolisme menjadi karbon dioksida dan air agar tetap stabil.

Tak hanya itu, doa-doa yang dilantunkan selama Tarawih membantu pengeluaran kalori ekstra dan meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, mengurangi stres, kecemasan dan depresi.

Lebih lanjut lagi, dr Ibrahim menjelaskan berbagai manfaat salat Tarawih bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatkan kebugaran fisik

Ketika melakukan sedikit upaya tambahan dalam melakukan salat Tarawih, terjadi peningkatan daya tahan, stamina, fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Salat menghasilkan perubahan fisiologis yang sama seperti ketika jogging atau berjalan, namun tanpa efek samping.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 17.000 orang alumni Harvard memberikan bukti kuat bahwa latihan aerobik setara dengan joging sekitar 3 mil sehari, meningkatkan kesehatan dan dapat memperpanjang usia. Pria yang mengeluarkan energi sekitar 2000 kkal setiap minggu memiliki angka kematian seperempat sampai sepertiga kali lebih rendah dibandingkan yang sedikit atau tidak berolahraga.

2. Meningkatkan daya tahan lansia

Seiring pertambahan usia, aktivitas yang dilakukan seseorang berkurang karena tulangnya menjadi makin tipis. Jika tidak dirawat, maka risiko osteoporosis sudah menanti. Gangguan ini paling banyak dialami wanita ketika memasuki menopause akibat penurunan estrogen.

Saat melakukan gerakan berulang dan teratur selama salat, maka kekuatan otot, tendon, fleksibilitas sendi dan respon kardiovaskular meningkat. Oleh karena itu salat Tarawih memungkinkan para lansia tetap siap ketika menghadapi kesulitan tak terduga yang dapat melukai tubuhnya. Tarawih akan meningkatkan daya tahan dan kepercayaan diri untuk menjadi mandiri.

3. Membantu mengontrol berat badan

Salat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan. Berat badan akan tetap terkontrol jika tidak makan terlalu banyak pada sahur dan buka puasa serta rajin melakukan Tarawih.

4. Meningkatkan suasana hati

Olahraga diketahui dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup sekaligus mengurangi kecemasan dan depresi. Peneliti dari Universitas Harvard, Dr Herbert Benson, menemukan bahwa melafalkan do’a dan ayat kitab suci ditambah aktifitas ringan akan memicu relaksasi yang dapat menurunkan tekanan darah, tingkat pernapasan dan denyut jantung.

Oleh karena itu, Tarawih membuat pikiran berada dalam keadaan rileks. Keadaan tenang pikiran ini juga mungkin dipicu pelepasan hormon encephalins dan endorfin ke dalam sirkulasi darah.

http://health.detik.com/read/2012/07/23/190031/1972795/766/manfaat-salat-tarawih-bagi-kesehatan?l1101755hl

Orang jadi pendiam ketika berpuasa, selain karena lapar, bisa jadi karena khawatir bau mulutnya mengganggu lawan bicara. Masalah ini umum ditemui selama bulan puasa. Agar tak cemas dihantui bau mulut selama bulan Ramadhan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Menurut penelitian, cairan pencernaan tetap keluar meski tidak ada makanan selama puasa. Hal ini akan mempengaruhi lapisan perut sehinga mengakibatkan bau busuk seperti bau makanan basi. Kurangnya air liur yang mengalir ke dalam mulut selama berpuasa, pengeringan rongga mulut, berkembangnya bakteri di lidah dan gigi, ditambah dengan cairan pencernaan akan menyebabkan bau mulut makin menggila.

Tak hanya itu, cadangan lemak dalam tubuh juga melepaskan bahan kimia keton yang didorong keluar bersamaan dengan keluarnya nafas, sehingga menambah aroma bau mulut.

“Selama Ramadhan, beberapa orang mengalami bau mulut karena kelenjar ludah tidak menghasilkan air liur yang cukup untuk menjaga napas tetap segar. Kekeringan mulut yang disebabkan oleh berpuasa memicu munculnya bau mulut,” kata Dr Rana Al Thib, Dokter Gigi di Klinik Umum Hibah Shata Specialised Dental Clinic di Dubai seperti dilansir Gulfnews.com, Minggu (22/7/2012).

Salah satu penyebab bau mulut juga karena tidak menyikat gigi selama bulan Ramadhan. Untuk mencegah minculnya bau mulut, Dr Rana menyarankan sebaiknya menyikat gigi tetap dilakukan seperti hari biasa. Meskipun tidak sarapan di pagi hari, menyikat gigi tetap harus dilakukan ketika bangun tidur. Tapi menyikat gigi setelah santap sahur juga tetap perlu dilakukan.

Selain menyikat gigi, minum banyak air ketika sahur sebanyak 2 – 3 gelas akan membantu menjaga tutup tetap terhidrasi. Dr Rana mengatakan bahwa menggunakan obat kumur masih boleh selama bulan Ramadhan karena tidak ditelan.

“Pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol karena tidak membuat mulut jadi lebih kering dan menyebabkan lebih banyak masalah,” wanti dr Rana.

Secara ringkas, cara-cara menghindari bau mulut ketika berpuasa adalah sebagai berikut:

– Menyikat gigi sehabis makan sahur dan bangun tidur

– Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang khusus (Flossing). Jangan gunakan tusuk gigi untuk mengganti benang

– Gunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah

– Pakai obat kumur anti bakteri yang tidak mengandung alkohol

– Rongga gigi harus segera ditambal untuk mencegah penumpukan sisa makanan di dalamnya

– Membersihkan karang gigi ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali

– Minum setidaknya 2 – 3 gelas air pada saat sahur

http://health.detik.com/read/2012/07/22/155702/1971654/766/agar-mulut-tak-bau-naga-selama-berpuasa?l1101755hl

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Tak sedikit perokok yang sudah berkali-kali mencoba membebaskan dari jeratan nikotin tapi akhirnya tetap gagal. Jika Anda belum menyerah, cobalah berhenti merokok di bulan puasa karena akan terasa lebih mudah.

Selain menjalankan kewajiban yang harus ditunaikan umat Muslim di bulan Ramadan, puasa juga memberikan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya adalah memudahkan orang untuk berhenti merokok.

Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Kendati demikian, banyak orang yang terus merokok meski ratusan zat beracun sudah memenuhi setiap sel di tubuhnya.

Efek nikotin yang kuat juga membuat banyak perokok yang menyerah untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Tapi Anda mungkin perlu mencoba untuk berhenti merokok di bulan puasa.

Berpuasa adalah cara terbaik untuk berhenti merokok, meski bukan cara satu-satunya. Puasa menyebabkan detoksifikasi dan peningkatan fungsi organ secara bersamaan, seperti dilansir stopsmokingadvice.org, Sabtu (21/7/2012).

Gejala-gejala penarikan dari kecanduan nikotin juga dapat diselesaikan dengan cepat sementara Anda berpuasa. Kebanyakan orang akan takjub betapa mudahnya untuk berhenti merokok saat berpuasa, tentu saja jika disertai dengan niat yang kuat.

Selain menghilangkan kebiasaan buruk merokok, berpuasa juga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya, seperti detoksifikasi (membersihkan tubuh), memicu proses penyembuhan dan penurunan berat badan.

http://health.detik.com/read/2012/07/21/135618/1971254/763/berhenti-merokok-lebih-mudah-di-bulan-puasa?l1101755hl

Bagaimana agar tetap FIT saat puasa ramadhan? Bagaimana agar bisa puasa sebulan penuh & tetap sehat?

3. MAKAN SAHUR
Saat sahur, cukupkan mkn karbohidrat (nasi,dll), protein+lemak (telur,daging dll), vitamin+mineral (sayur,buah). Makan sahur berguna untuk tenaga bekerja seharian, jadi jumlahnya harus cukup.
Saat sahur, konsumsi cairan harus cukup sekitar 0,5-1Liter (500-1000cc) cairan utk dewasa, karena akan dipakai seharian.
Rasulullah saw. bersabda: Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan. (Shahih Muslim No.1835)

4. SEGERA BERBUKA

Saat AKAN BUKA puasa, umumnya kadar gula menjadi rendah, disertai dehidrasi dengan gejala lapar, lemas, dll. Sebaiknya segera buka puasa dengan air (untuk atasi dehidrasi) & makanan kecil yang manis (untuk naikkan gula darah). ‘Makanan Kecil’ yang bisa dimakan saat buka misalnya Kurma, Kolak, bubur, Jus, Kue dll (relatif bebas, asal tidak banyak).
Rasulullah saw. bersabda: Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (Shahih Muslim No.1838)
Sebaiknya JANGAN langsung makan besar ketika buka puasa, kenapa? Agar tubuh menyesuaikan diri dulu.
Makan besar (nasi+lauk lengkap & banyak) di awal buka puasa, bisa naikkan hormon Insulin secara drastis dan cepat. Kenaikan insulin mendadak+drastis akibat makan besar di awal buka, bisa membuat kita mengantuk setelah makan.
Sebaiknya makan besar setelah Tarawih, agar tubuh menyesuaikan diri dulu & tidak ngantuk saat shalat Tarawih.
Makanlah dengan komposisi lengkap: karbohidrat (nasi dll) + protein & lemak(daging dll), vitamin & mineral(sayuran+buah).
Dengan makan dengan komposisi yang lengkap, tubuh akan tercukupi kebutuhannya, sehat dan selalu fit. Multivitamin/nutrisi herbal? Tidak perlu bila makan kita selama Ramadhan selalu cukup komposisi dan jumlahnya.

Wallahu a’lam..

http://www.facebook.com/notes/acil-priyatiningsih/rahasia-fit-saat-puasa/10150918591941965