Posts Tagged ‘minum’

Bagaimana agar tetap FIT saat puasa ramadhan?bagaimana agar bisa puasa sebulan penuh & tetap sehat?

1. MINUM CUKUP

Kebutuhan cairan manusia kira2 1L tiap 25kg BB tiap hari(tanpa olahraga). MISAL: Berat Badan(BB) Mr.X 65kg, berarti dlm 1hari Mr.X harus minum sekitar 2,5 Liter(2500cc) cairan. Kecukupan minum adalah HAL YG WAJIB DIPENUHI agar TETAP FIT BEKERJA selama Ramadhan.
Dehidrasi (kuran cairan) adalah MUSUH UTAMA bagi prajurit” -Lt.Harry, Band Of Brothers- Hal ini berlaku juga untuk orang yang puasa. Saat Ramadan, waktu minum hanya sekitar 10jam (termasuk waktu tidur),jadi HARUS TERATUR MINUM tiap jam (saat tidak tidur).
Tanda kecukupan cairan : kencing berwarna bening (jernih tidak kuning) saat malam hari.
Saat sahur, biasakan minum antara 0,5-1 Liter Cairan (utk org dewasa), untuk persiapan aktifitas seharian. Kekurangan minum akan berakibat dehidrasi, dg gejala LEMAH, LETIH dan TIDAK KUAT BEKERJA.
Bagaimana bila saat mudik terus kepanasan-dehidrasi di jalan? Simak Hadist shahih berikut:.

Rasulullah saw. bersabda: “Bukan termasuk kebaikan kalian berpuasa dalam perjalanan.” (Shahih Muslim No.1879)


2. TIDUR CUKUP

bila kita cukup tidur, semua kerusakan tubuh karena bekerja seharian dipulihkan. Tidurlah 4-8 jam sehari tergantung kebutuhan. Tanda cukup tidur adalah badan segar saat bangun.
Wallahu a’lam..

sumber : http://www.facebook.com/notes/acil-priyatiningsih/rahasia-fit-saat-puasa/10150918591941965

Iklan

Mengapa kita tidak diperbolehkan minum sambil berdiri? pengaruh terbesar apa yang terjadi pada organ vital kita terutama ginjal? lalu bolehkah dalam Islam melakukan makan dan minum sambil berdiri? berikut bisa anda simak artikel selengkapnya.
Dari hasil penelitian apabila kita melakukan minum sambil duduk maka air yang kita minum akan disaring oleh sphincter. Sphincter merupakan suatu struktur maskuler ( berotot ) yang bisa membuka ( sehingga air kemih dapat lewat ) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.

Lalu jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi langsung menuju kantung kemih sehingga akan terjadi pengendapan disaluran ureter. Dari limbah-limbah ( pengendapan ) yang menyisa diureter inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang merupakan salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Salah satu gejalanya yang sering terjadi adalah susah buang air kecil.

Apabila minum sambil berdiri ini tidak kita hindariakan maka beriap-siaplah menerima efek buruk lain pada organ ginjal anda, kita tahu salah satu fungsinya yakni menyaring racun ke dalam tubuh.
Lantas bagaimana cara mengatasinya agar kita terhindar dari hal tersebut?
Anda harus melakukan kebiasaan berikut :
– Biasakanlah selalu minum sambil duduk, ingat jangan sambil berdiri.
– Biasakan dan perbanyak minum air putih sesuai kebutuhan yang dianjurkan.
Guna memenuhi kebutuhan air dalam tubuh sehari kita memerlukan asupan minum air :
1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.
Nah dengan demikian kebutuhan air dalam proses metabolisme tubuh akan terpenuhi.
Mengapa Islam melarang makan dan minum sambil berdiri?

Bukti larangan Islam terhadap makan dan minum sambil berdiri ini di pertegas dalam hadist sebagai berikut :
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”.

(HR.Muslim dan Turmidzi)
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Dalam agama Islam berprilaku apapun semua sudah di contohkan oleh Rasulullah termasuk adab dalam makan dan minum, jika makan dan minum sambil berdiri ini dilarang, maka jelas akan sangat tidak baik pengaruhnya terhadap jiwa kita karena erat hubungannya dengan masalah kesehatan, mengapa demikian? sebab makan dan minum sambil berdiri, makan menggunakan tangan kiri merupakan prilaku dan kebiasaan para setan, prilaku setan cenderung buruk, kita dilarang untuk menirunya sebab setan merupakan makluk yang paling sombong yang selalu berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.

Nah berperilaku tidak baik seperti makan minum menggunakan tangan kiri yang di lakukan sambil berdiri akan berdampak buruk pada kesehatan begitu juga meniup makanan disaat masih panas.
Dari fakta diatas terbukti minum sambil berdiri sangat tidak baik terhadap kesehatan ginjal bahkan apabila perilaku ini diabaikan bukan tidak mungkin akan berakibat fatal terhadap organ tubuh tersebut.
Jadi jika keduanya dihubungkan antara aturan dan larangan yang bersumber dari ajaran Islam dengan hasil ilmial para peneliti medis ternyata sangatlah jelas relevansinya.

Yang pasti perilaku buruk yang berakar dari kebodohan dan kebiasaan yang kita anggap benar ternyata akan membawa dampak yang sangat serius bagi keberlangsungan kesehatan kita sendiri.

http://siip.blogdetik.com/2012/02/15/bahaya-minum-sambil-berdiri/

Ketika seseorang sedang dilanda flu atau pilek, maka selain minum obat ia juga disarankan untuk banyak minum. Apa alasannya orang harus mengonsumsi banyak cairan saat flu?

Jika seseorang sedang flu, maka anjuran yang akan diterimanya adalah banyak istirahat dan juga banyak minum. Ternyata saran ini bukanlah isapan jempol belaka, karena banyak minum saat flu bisa membantu mempertahankan cairan tubuh dan mengatasi flu.

Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam.

Seperti dikutip dari NYTimes, Rabu (12/1/2011) secara teoritis, mengonsumsi banyak cairan baik dari air putih atau jus bisa membantu menggantikan cairan yang hilang akibat demam dan mengevaporasi saluran pernapasan. Kondisi ini akan membantu melonggarkan lendir yang membuat seseorang merasa lebih baik.

Selain itu, air yang dikonsumsi juga bisa berfungsi membantu membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun-racun. Meskipun belum dapat dipastikan apakah asupan cairan ini bisa mengurangi keparahan infeksi atau tidak.

Mendapatkan istirahat yang cukup juga penting dilakukan saat sedang flu. Hal ini karena sebagian besar flu disebabkan oleh virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Meski ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan flu. Tapi sebenarnya ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu seperti makanan manis, susu dan daging.

Dengan melakukan istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan memiliki sistem imun yang kuat untuk melawan virus flu di dalam tubuh dan mengurangi infeksi.

sumber : health.detik.com

Minum adalah suatu aktifitas yang sangat biasa dilakukan oleh semua orang. Akan tetapi seringkali kita lupa bahwa minum adalah salah satu aktifitas yang bisa kita jadikan amal baik apabila dilakukan sesuai sunnah dan contoh Rasulullah SAW. Untuk itu, berikut kami sampaikan beberapa adab ketika kita minum.
Bernafas Ketika Minum
Telah dijelaskan di dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bernafas sebanyak tiga kali ketika beliau minum, sebagaimana yang diriwayatkan dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata :
Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bernafas ketika minum sebanyak tiga kali dan beliau bersabda : “Sesungguhnya yang demikian lebih memuaskan, lezat, dan mudah ditelan, serta lebih selamat.” (HR. Muslim, Ahmad, Bukhari, Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan selain mereka)

Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bernafas tiga kali ketika minum. Dan tidaklah beliau bernafas di dalam bejana atau gelas yang dipakainya ketika minum melainkan beliau menjauhkan gelas atau yang semisalnya dari mulutnya dan bernafas di luarnya, kemudian beliau melanjutkan minumnya. Hal ini dijelaskan di dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Apabila salah seorang di antara kalian minum maka janganlah ia bernafas di dalam gelas, akan tetapi hendaklah ia menjauhkan tempat minumnya dari mulutnya.” (HR. Ibnu Majah, shahih dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang bernafas di dalam bejana (ketika minum, pent.). (Muttafaqun ‘Alaihi)
Adab yang beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ajarkan kepada umatnya sangatlah berfaedah bagi mereka jika mereka mau mengamalkannya, karena cara minum seperti ini lebih memuaskan dan menghilangkan dahaga/haus dengan lebih sempurna. Dan cara ini juga aman dari kerusakan-kerusakan yang bisa terjadi dengan minum sekali teguk. Karena minum hanya dengan sekali teguk hingga selesai tanpa diselingi dengan bernafas dapat memadamkan suhu panas di dalam tubuh atau melemahkannya sehingga bisa menyebabkan rusaknya kestabilan lambung dan hati, kemudian mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang kronis khususnya di negeri yang bersuhu panas atau pada musim-musim panas.
Selain dampak negatif yang telah dijelaskan tadi, minum dengan sekali teguk dapat menutup tempat jalan air karena banyaknya air yang melewatinya, sehingga menyebabkan tercekiknya tenggorokan. Maka apabila minum dengan beberapa kali teguk dampak negatif tersebut –Insya Allah– tidak terjadi.
Perlu diketahui tatkala seseorang sedang minum, maka seketika itu pula naik/menguap uap panas yang ada di dalam lambung dan hatinya karena masuknya air yang dingin ke dalamnya. Apabila minum hanya dengan sekali teguk hingga selesai terjadilah benturan air yang diminum yang turun ke lambung dengan uap panas yang naik yang berasal dari dalam tubuhnya sehingga keduanya saling dorong yang dapat mengakibatkan tercekiknya tenggorokan.
Sungguh telah dilakukan percobaan ilmiyah bahwa masuknya air dalam jumlah yang banyak tanpa dilakukan dengan bertahap ke dalam limpa/hati dapat menyakitkan dan melemahkan suhu panasnya. Yang demikian dikarenakan terjadinya benturan uap panas di dalam tubuh dengan banyaknya air dingin yang memasukinya.
Selain menjelaskan adab ketika minum, hadits di atas juga menganjurkan untuk hidup bersih, karena ludah, ingus, atau bau yang tidak enak terkadang keluar ketika bernafas, maka dilarang bernafas di dalam gelas ketika minum, terlebih lagi meniup air yang ada di dalam gelas.
Termasuk adab yang paling penting ialah mengucapkan bismillah pada awalnya dan alhamdulillah pada akhirnya sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits-hadits yang dishahihkan oleh Asy Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali di dalam kitab Bahjatun Nadlirin Syarah Riyadlus Shalihin.
Sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Wallahu A’lam.

sumber : artikelsunnah.blogspot.com