Posts Tagged ‘komputer’

APAPUN yang berlebihan bisa menimbulkan dampak tidak baik. Begitu pula dengan kebiasaan Anda yang terlalu di depan komputer.

Dewasa ini banyak profesi pekerjaan yang mengharuskan duduk di depan komputer dalam jangka waktu yang cukup lama. Yang perlu diperhatikan, rutinitas ini bisa membuat fisik rentan terserang penyakit.

Berikut adalah beberapa gangguan pada tubuh yang dapat terjadi akibat terlalu lama di depan komputer, seperti dilansir Boldsky, Kamis (26/1/2012).

Gangguan saraf pada jari

Apakah Anda pernah merasa kesulitan menggerakkan jari-jemari Anda setelah Anda mengetik beberapa naskah? Kalau ya, tahukah Anda apa penyebabnya? Hal ini karena benjolan di sendi jari Anda. Fleksibiltas tendon jari melonggar, akibatnya ada kecenderungan bahwa jari-jari Anda seperti “terkunci” dan terbuka kembali dengan bunyi suara “krek”.

Bahu nyeri

Ini merupakan gangguan gaya hidup pada profesi apapun yang berhubungan dengan komputerisasi. Sebelumnya orang membawa tas kerja atau folder ke kantor, sekarang tas berisikan laptop yang beratnya melampaui titik ketegangan otot bahu. Hasilnya adalah rasa sakit yang parah pada bahu sehingga terasa nyeri dan berbekas warna merah.

Postur tubuh membungkuk

Dapatkah Anda duduk lurus selama delapan jam dalam sehari? Hal ini sangat sulit. Kecenderungan tubuh akan membungkuk atau menetapkan ke posisi yang lebih nyaman. Hasilnya adalah gangguan pada postur tubuh yang memburuk.

Mata kering

Tidak masalah jika Anda mengenakan kacamata anti-silau, pandangan mata yang buruk adalah dampak dari pekerjaan yang mengharuskan menatap layar menyala terus-menerus. Ketika menatap layar, kita cenderung berkedip lebih sedikit daripada waktu yang normal atau dari yang seharusnya. Jika mata kering dan Anda secara tak sadar sering kali menggosoknya, dapat menyebabkan masalah serius di kemudian hari.

Impotensi

Jangan terkejut! Impotensi adalah bahaya pekerjaan yang umum pada dewasa ini. Jika Anda menjaga laptop secara langsung di pangkuan, maka Anda telah membunuh cukup sperma. Maka dari itu, selalu gunakan papan atau baki untuk melindungi organ reproduksi Anda dari kerusakan atau ini bisa menjadi penyebab impotensi setelah digunakan berkelanjutan.

http://health.okezone.com/read/2012/01/26/482/563841/dampak-mengejutkan-terlalu-lama-di-depan-komputer

Iklan

Di zaman modern sekarang ini, para pekerja lebih banyak menghabiskan waktunya di belakang meja. Menurut data Urban Institute, jumlah pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik memang telah bekurang 10 persen di tahun 1950.
Duduk berjam-jam di belakang meja bukannya tanpa risiko. Gangguan kesehatan seperti nyeri punggung, mata lelah, hingga gangguan tidur bisa ditimbulkan dari gaya hidup kurang gerak ditambah lingkungan kerja yang penuh stres tersebut. Apa saja risiko kesehatan yang mengintai “orang kantoran?”

1. Sindrom karpal tunnel
Sindrom ini merupakan gejala dari adanya nyeri, rasa kesemutan, serta baal di jari tangan. Gangguan ini bisa timbul karena penekanan mekanis yang berulang dan ritmis, seperti mengetik. Untuk mencegahnya, lakukan peregangan ringan untuk mengendurkan tegangan di pergelangan tangan. Setelah mengetik, istirahatkan tangan sejak. Konsultasikan pada dokter jika gejala dirasakan cukup mengganggu.

2. Nyeri punggung bawah
Duduk selama berjam-jam, terlebih dengan postur tubuh yang salah atau kursi yang ergonomis, bisa berakibat buruk pada tulang belakang. Menurut sebuah penelitian, nyeri punggung merupakan alasan utama para karyawan untuk mangkir dari pekerjaan. Posisi duduk yang benar adalah duduk dengan membagi beban berat tubuh sehingga tidak hanya bertumpu pada pinggang.

Selain memerhatikan postur tubuh saat duduk, olahraga secara teratur termasuk aktivitas pengencangan perut bisa mengurangi rasa nyeri di bagian punggung bawah. Selain itu, hindari duduk dengan kondisi dompet terlalu penuh karena bisa menimbulkan tekanan pada saraf di bagian panggul.

3. Masalah pada sendi
Tubuh manusia diciptakan untuk bergerak dan berada dalam satu posisi yang lama bisa membuat sendi tegang. Karena itu, secara teratur berdiri dan berjalan-jalanlah di sela waktu kerja.

4. Mata lelah
Menatap layar komputer terlalu lama bisa membuat penglihatan terganggu dan mata sensitif. Menurut Mayo Clinic, gejala-gejala seperti mata kering, berair, sakit kepala, atau sakit leher, bisa digolongkan sebagai gejala mata lelah (eyestrain). Untuk mencegahnya, besarkan ukuran huruf di layar komputer sehingga Anda tidak perlu terlalu sering berkedip. Selain itu, kurangi pancaran sinar dari layar komputer dan istirahatkan mata secara berkala dengan cara menatap ke arah lain.

5. Bakteri
Meja kerja, dalam hal kandungan bakterinya, ternyata lebih banyak dan lebih kotor dibanding toilet. “Bakteri berkumpul di meja karena biasanya orang melakukan banyak hal di sana, mulai dari makan dan menyimpan benda, namun jarang membersihkannya,” kata ahli mikrobiologi dari Universitas Arizona, Dr Charles Gerba. Anda bisa mengurangi jumlah bakteri dengan rutin membersihkan meja dengan lap dan cairan antibakteri setiap harinya.

6. Situasi stres
Satu dari enam pekerja di Amerika mengatakan, rasa kesal dan marah di kantor bisa menimbulkan dampak buruk. Sekitar 2-3 persen mengatakan, mereka pernah menampar atau memukul rekan kerjanya. Selain itu, 22 persen pekerja mengaku pernah menangis akibat rasa stres di tempat kerja.

Tekanan atau stressor kecil bisa dikendalikan dengan cara menarik napas panjang dan melakukan teknik relaksasi yang bisa dilakukan sambil duduk. Atau, luangkan waktu untuk berjalan-jalan di taman dan tempat lain untuk mengalihkan perhatian sejenak. Konflik yang terjadi dengan rekan kerja bisa diatasi dengan bantuan mediasi pihak ketiga agar tidak menumpuk dan menimbulkan tindakan yang tak diharapkan.

sumber : http://halimayah65.blogdetik.com/2010/05/24/6-penyakit-orang-kantoran/?l991101blog

Alamat Internet akan habis dalam beberapa minggu, menurut salah satu penemu Internet pekan lalu. Alamat Internet yang dimaksud adalah alamat protokol Internet (IP address).

Vint Cerf, yang turut mendesain alamat protokol Internet tersebut, mengatakan kalau Internet saat ini hanya dapat menampung 4,3 miliar alamat. Cerf menyebutkan kalau alamat ini akan terpakai seluruhnya dalam beberapa minggu ke depan.

Cerf mengakui kalau pada saat mendesain alamat internet protokol, ia tidak menyangka jumlah 4,3 miliar tidak cukup.

“Ini ‘kesalahan’ kami, para pendesain. Kami pikir Internet adalah sebuah eksperimen dan untuk eksperimen kami kira jumlah 4,3 miliar saja sudah cukup.” kata Cerf yang juga wakil presiden Google dalam sebuah wawancara.

Cerf membuat protokol IPv4, versi protokol yang sekarang ini menghubungkan komputer-komputer ke Internet di seluruh dunia, pada tahun 1977 sebagai bagian dari sebuah eksperimen saat bekerja untuk Department of Defense. Pada tahun 1981, IPv4 beroprasi penuh.

Alamat protokol Internet berupa urutan angka-angka. Angka-angka itu unik pada setiap komputer atau perangkat lain–termasuk ponsel dan perangkat bergerak lainnya–yang terhubung ke internet. Peningkatan jumlah perangkat yang terhubung ke Internet inilah yang menyebabkan percepatan habisnya alamat protokol. Bukan hanya komputer dan ponsel, televisi yang terhubung ke Internet pun mulai tersedia di beberapa negara.

Alamat protokol Internet ini berbeda dengan alamat situs web. Alamat situs web dikenal dengan “nama domain”.

Untuk mengatasi krisis ini, protokol baru IPv6 sedang dipersiapkan. Alamat IP baru ini dapat menciptakan triliunan alamat internet. Saat ini, IPv6 sudah dapat bekerja di semua sistem operasi besar meskipun belum seluas IPv4.

sumber : kompas.com

Hidup di era digital membuat banyak wanita menghabiskan banyak waktunya di depan komputer. Menurut penelitian, hal ini bisa mempercepat proses penuaan yang antara lain ditandai dengan kulit keriput.

Fenomena yang disebut ‘wajah komputer’ ini sering didapati pada wanita karir yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa mengalaminya ketika sudah kecanduan internet di rumahnya.

Seorang ahli bedah kosmetik asal Inggris, Dr Michael Prager telah membuktikannya dalam sebuah penelitian. Dokter spesialis botox tersebut menemukan fenomena semacam itu dialami sebagian besar pelanggan dan sejumlah wanita yang bekerja di perkantoran.

“Saat sedang tegang dan serius di depan komputer, umumnya para wanita akan mengernyitkan dahinya sekalipun kadang tidak disadari,” ungkap Dr Prager.

Jika berlangsung berjam-jam dan rutin setiap hari, kernyitan tersebut akan mempercepat pembentukan keriput. Garis-garis wajah itu lama-lama akan terbentuk di dahi maupun bagian kulit wajah lainnya.

Dikutip dari Telegraph, Minggu (26/9/2010), wanita yang terlalu lama di depan komputer juga rentan mengalami gejala ‘leher kalkun’. Dinamakan demikian karena kulit di bagian leher menggelambir seperti kulit kalkun.

Menurut Dr Prager, gejala ini disebabkan oleh posisi duduk yang jarang berubah dalam jangka waktu yang sangat panjang. Akibatnya otot leher memendek dan kulitnya turun lalu membentuk semacam gelambir.

Sedangkan untuk mengatasinya, Dr Prager punya tips jitu yakni dengan meletakkan cermin kecil di samping layar monitor. Harapannya para wanita bisa cepat menyadari ketika wajahnya mulai mengernyit, lalu berusaha mencari cara untuk lebih rileks.

Berbagai cara bisa dilakukan sebagai upaya relaksasi. Selain istirahat sejenak di sela-sela bekerja dengan komputer dan berjalan-jalan, melakukan senam otot wajah juga cukup efektif melawan efek penuaan dini.

sumber :health.detik.com

Jika Anda bekerja di rumah atau di kantor atau sebagai internet maker kemungkinan besar Anda menghabiskan banyak waktu di depan komputer anda. Hal ini jelas sebagai rutinitas pekerjan anda. Terkadang membosankan terkadang pula melelahkan sehingga dapat mengganggu stabilitas kesehatan dan produktifitas pekerjaan anda . Berikut adalah beberapa tips sehat untuk anda yang bekerja menggunakan banyak waktu di depan komputer :

1. Setting meja dan kursi kerja anda agar lebih ergonomis. Pastikan Anda memiliki kursi yang nyaman dan mendukung bahwa anda diposisikan dengan baik untuk mengetik. Jangan meletakkan printer atau perangkat keras yang sering anda gunakan terlalu jauh. Perhatikan juga jarak monitor anda.

2. Perhatikan sirkulasi udara ruangan kerja anda. Buatlah senyaman mungkin. Dengan sirkulasi udara yang baik anda akan di buat jauh lebih konsentrasi.

3. Jangan sekali kali makan atau minum diatas meja kerja anda. Ini dapat membahayakan komputer atau laptop anda. Bila terdapat makanan yang tumpah akan menyebabkan tumbuhnya bakteri di atas meja kerja anda. Jelas mengganggu bukan?

4. Bersihkan mouse, keyboard dan perangkat lainnya secara berkala. Bersihkan perangkat tersebut agar jauh dari debu dan bakteri.

5. Istirahatlah sejenak. Jika anda merasa cukup lelah ada baiknya istirhatlah sejenak. Dengan istirahat diharapkan tenaga akan pulih kembali dan lakukan gerakan–gerakan ringan untuk merenggangkan kepenatan.

6. Rileks sejenak. Bila komputer anda tersambung dengan internet cobalah buka website favorit anda pada saat istirahat. Atau sekedar mencari tips-tips sehat, bisa juga mencari resep makanan favorit anda.

7. Buat sebaik mungkin rencana kerja anda pada hari yang bersangkutan. Bisa juga untuk beberapa hari selanjutnya.

8. Bila sudah terlalu penat sebaiknya tunda pekerjaan anda dan istirahatlah. Bila di teruskan akan menggangu konsentrasi pekerjaan anda.

9. Bekerjalah Dalam Ruangan Yang Cukup Cahaya
Perhatikan pencahayaan dalam ruang kerja anda, Jangan bekerja dalam ruangan yang terlalu terang dan menyilaukan mata. Gunakan kerai untuk mengatur cahaya dari jendela. Letakkan lampu di atas kepala. Hindari anda menatap cahayanya secara langsung. Sebaliknya, jangan pula bekerja dalam ruangan yang terlalu gelap atau redup. Usahakan agar ruangan anda cukup terang agar mata anda tidak bekerja terlalu keras.

sumber :monicaqutezz.blogspot.com dari sobatsehat.com

Naiknya tingkat kesibukan berbelanja melalui Internet menimbulkan sejumlah permasalahan besar. Perilaku pelanggan ketika berbelanja bisa jadi sama sekali lain dari perkiraan umumnya, dan mungkin saja berbeda di antara sesama pelanggan. Hal ini menyebabkan lalu lintas internet menjadi tidak teratur dan akhirnya berujung pada penumpukan tiba-tiba pada server Internet yang menangani belanja on-line. (Server: sebuah komputer dalam sebuah jaringan yang menyimpan program-program aplikasi dan file-file data yang dapat dikunjungi oleh komputer-komputer lainnya di dalam jaringan tersebut.) Para pakar dari Universitas Oxford dan the Georgia Institute of Technology [Institut Teknologi Georgia] melakukan kerjasama dalam rangka mengembangkan sejumlah teknologi yang dapat mengatasi penumpukan semacam itu. Para peneliti ini mengambil model atau contoh-acuan berupa suatu masyarakat yang lalu lintasnya telah berhasil diatur dengan sangat baik. Contoh-acuan ini adalah perilaku koloni atau masyarakat lebah madu yang tengah ditiru dalam sejumlah teknologi yang ditujukan untuk meringankan beban pada server-server pada saat terjadi kepadatan lalu lintas yang luar biasa.

Lonjakan jumlah pelanggan belanja atau perdagangan saham secara tiba-tiba, naik turunnya kegiatan lelang melalui internet memunculkan kesulitan besar pada perusahaan-perusahaan pengelola server. Untuk meningkatkan keuntungan mereka sebesar-besarnya, perusahaan-perusahaan ini perlu memeriksa komputer-komputer mereka setiap saat untuk menjaga agar komputer tersebut tetap mampu menyesuaikan diri terhadap tingkat kebutuhan yang berubah-ubah melalui campur tangan secara cepat. Namun pada kenyataannya, hanya satu aplikasi web saja yang dapat dimuat ke dalam komputer pada satu waktu, dan hal ini merupakan sebuah kendala. Perpindahan antar-aplikasi menyebabkan penghentian sementara selama 5-7 menit, waktu ini diperlukan untuk konfigurasi ulang pada komputer, dan ini berarti kerugian.

Permasalahan serupa dijumpai dalam tugas-tugas yang dijalankan oleh lebah madu. Sumber-sumber bunga memiliki keragaman dalam hal mutu. Oleh karena itu, seseorang mungkin berpikiran bahwa keputusan tentang berapa banyak lebah yang harus dikirim ke setiap tempat tersebut dan berapa lama mereka sebaiknya berada di sana merupakan sebuah permasalahan dalam sebuah koloni yang ingin mencapai laju pengumpulan madu bunga (nektar) setinggi-tingginya. Akan tetapi, berkat sistem kerja mereka yang sangat baik, lebah mampu memecahkan permasalahan ini tanpa mengalami kesulitan.
Sekitar seperlima dari lebah-lebah di dalam sebuah sarang bertugas sebagai pengumpul-nektar. Tugas mereka adalah berkelana di antara bunga-bunga dan mengumpulkan nektar sebanyak mungkin. Ketika kembali ke sarang, mereka menyerahkan muatan nektar mereka kepada lebah-lebah penyimpan-makanan yang menjaga sarang dan menyimpan bahan makanan. Lebah-lebah ini kemudian menyimpan nektar di dalam petak-petak madu. Seekor lebah pengumpul-nektar juga dibantu oleh rekan-rekannya dalam menentukan seberapa bagus mutu sumber bunganya. Lebah pengumpul-nektar tersebut menunggu dan mengamati seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bertemu dengan seekor lebah penyimpan-makanan yang siap menerima muatan. Jika waktu tunggu ini berlangsung lama, maka sang lebah pengumpul-nektar memahami hal ini sebagai isyarat bahwa sumber bunganya bukan dari mutu yang terbaik, dan bahwa lebah-lebah yang lain kebanyakan telah melakukan pencarian yang berhasil. Sebaliknya, jika ia disambut oleh sejumlah besar lebah-lebah penyimpan-makanan untuk mengambil muatannya, maka semakin besarlah kemungkinan bahwa muatan nektar tersebut bermutu baik.
Lebah yang mendapatkan informasi ini memutuskan apakah sumber bunganya senilai dengan kerja keras yang akan dilakukan berikutnya. Jika ya, maka ia melakukan tarian-getarnya yang terkenal agar dipahami maksudnya oleh lebah-lebah lain. Lama tarian ini memperlihatkan seberapa besar keuntungan yang mungkin dapat diperoleh dari sumber bunga ini. [penjelasan lebih lanjut tentang tarian lebah, silakan baca: http://www.harunyahya.com/indo/buku/ menyingkap003.htm]
Sunil Nakrani dari Universitas Oxford dan Craig Tovey dari the Georgia Institute of Technology menerapkan cara pemecahan masalah oleh lebah madu tersebut pada permasalahan ada pada Internet host. Setiap server mengambil peran sebagai lebah pengumpul-nektar, dan setiap permintaan pelanggan bertindak sebagai sumber bunga. Dengan cara ini, doktor Nakrani dan Tovey mengembangkan sebuah algoritma “lebah madu” untuk server Internet “sarang.” (Algoritma: Serangkaian tahapan-tahapan logis untuk memecahkan suatu permasalahan yang dapat diterjemahkan ke dalam sebuah program komputer.)
Sebuah host menjalankan tugas, sebagaimana yang dilakukan lebah dengan tarian-getarnya, dengan membuat sebuah iklan dan mengirimkannya ke sejumlah server lainnya di dalam sarang. Lama masa penayangan iklan ini mencerminkan manfaat dan tingkat keuntungan yang dapat diraup melalui para pelanggan server-server tersebut. Server lain membaca iklan ini dan berperilaku seperti lebah-lebah pekerja yang mengikuti petunjuk yang yang disampaikan melalui tarian-getar tersebut. Setelah mempertimbangkan dan mengkaji iklan ini beserta pengalaman mereka sendiri, mereka memutuskan perlu tidaknya untuk beralih dari para pelanggan yang sedang mereka layani ke para pelanggan yang sedang dilayani oleh server yang mengirim iklan tersebut.
Doktor Nakrani dan Tovey melakukan uji banding antara algoritma lebah madu yang mereka kembangkan dengan apa yang disebut sebagai algoritma “rakus” yang saat ini dipakai oleh kebanyakan penyedia Internet host. Algoritma rakus terlihat ketinggalan zaman. Algoritma rakus membagi waktu menjadi sejumlah penggalan waktu yang tetap dan menempatkan server-server untuk melayani para pelanggan untuk satu penggalan waktu berdasarkan pengaturan yang dianggap paling menguntungkan pada penggalan waktu sebelumnya. Para peneliti mengungkap bahwa di saat-saat ketika lalu lintas sangat berubah-ubah, algoritma lebah madu memperlihatkan kinerja 20% lebih baik daripada algoritma rakus. Sebentar lagi mungkin server-server yang bekerja menggunakan algoritma lebah madu akan semakin banyak di masa mendatang, di mana Internet akan lebih tepat disebut sebagai “Interkoloni.”
Dengan pemisalan yang sangat tepat, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan ini menunjukkan betapa berbagai pemecahan masalah yang masuk akal terdapat di alam. Permasalahan yang dihadapi server-server Internet sangatlah mirip dengan permasalahan yang dipecahkan oleh koloni lebah madu. Sungguh, keberhasilan yang dicapai penelitian tersebut, yang dilakukan dengan menerapkan contoh-rujukan koloni lebah madu, menjadi isyarat akan hal ini. Akan tetapi, dari manakah asal usul rumusan pemecahan masalah yang diberikan lebah madu kepada para pemrogram komputer tersebut? Meskipun para pemrogram komputer dapat mengambil perilaku lebah madu sebagai contoh-rujukan mereka, lebah itu sendiri tidak dapat melakukan hal seperti itu. Ini dikarenakan meskipun tiruan algoritma lebah yang dibuat oleh pemrogram komputer merupakan hasil dari proses berpikir cerdas yang dilakukan secara sadar, lebah madu tidak memiliki kemampuan berpikir semacam itu. Pemecahan atas permasalahan tersebut membutuhkan tindakan sadar, misalnya pertama-tama pemahaman tentang adanya permasalahan tersebut, pengkajian terhadap sejumlah penyebab timbulnya permasalahan itu, pengenalan atas pengaruh sejumlah penyebab itu terhadap permasalahan tersebut secara umum dan pengaruhnya terhadap satu sama lain, dan akhirnya pengambilan keputusan di antara beragam pilihan yang ada.
Sudah pasti pemecahan masalah semacam itu tidak mungkin terjadi di dalam koloni lebah beranggotakan 20 sampai 50 ribu ekor. Hanya ada satu penjelasan masuk akal atas kenyataan ini, di mana sedemikian banyak makhluk hidup menghemat energi dengan menerapkan cara pengumpulan nektar yang paling menguntungkan; meskipun orang biasanya mengira akan melihat suatu kekacauan dan kebingungan di dalamnya. Pemahaman atas permasalahan di dalam koloni lebah dan jalan keluar pemecahannya merupakan hasil karya Pencipta Maha Mengetahui. Tidak ada keraguan, Allahlah, Pencipta langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, Yang telah menciptakan koloni lebah. Strategi yang diterapkan di dalam koloni lebah madu merupakan ilham yang berasal dari Allah. Allah menyatakan hal ini di ayat berikut:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69)

Sebuah hasil studi kontroversial mengemukakan bahwa anak-anak muda jaman sekarang kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi karena internet.

Profesor David Nicholas dari University College London menyebutkan revolusi digital membuat otak generasi muda seperti ‘dibentuk’ kembali. Hal tersebut membuat mereka bisa mengerjakan banyak tugas dalam waktu bersamaan, namun di sisi lain mereka sulit untuk fokus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hasil studi ini menegaskan bahwa meningkatnya penggunaan internet dan jumlah gadget tak hanya mengubah perilaku masyarakat, tetapi juga mengubah cara berpikir mereka.

Dilansir Daily Mail, Minggu (21/2/2010), Nicholas dan timnya menguji kemampuan 100 orang partisipan untuk menjawab beberapa pertanyaan dengan berselancar di dunia maya.

Dalam temuan awal, partisipan usia 12 hingga 18 tahun membutuhkan lebih sedikit waktu untuk mencari jawaban dari pertanyaan ketimbang partisipan yang berumur lebih tua.

Rata-rata mereka bisa menjawab dengan cepat hanya dengan membaca setengah laman website. Waktu yang mereka habiskan untuk membaca halaman website seperenam kali lebih sedikit dibandingkan partisipan yang lebih tua. Remaja juga terbukti lebih andal dalam multi tasking. Mereka cenderung berpindah-pindah dari satu situ ke situs yang lain dan jarang kembali ke situs yang sama dua kali.

“Sangat mengejutkan melihat mereka pindah dari situs ke situs, melihat satu atau dua halaman, pindah ke situs lain, melihat satu atau dua halaman dan pindah lagi. Tidak ada yang tinggal lama di satu situs,” kata Nicholas.

Beberapa psikolog berargumen, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa internet mengubah otak dan pada dasarnya anak-anak muda memang selalu sulit konsentrasi.

Namun beberapa psikolog lainnya mengklaim bahwa internet mendorong pengguna untuk tidak fokus dengan berpindah-pindah dari situs ke situs, lain halnya seperti membaca buku. Sebagian besar pengguna internet tidak bisa menerapkan disiplin, seperti menulis dan membaca untuk jangka waktu lama.

“Hal ini karena pikiran mereka telah dibentuk kembali untuk bekerja dengan cara yang berbeda,” tandas Nicholas.