Posts Tagged ‘indonesia’

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tentu Indonesia juga memiliki banyak masjid dan musala yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Bahkan banyak kota di Indonesia yang dijuluki sebagai kota santri. Setiap masjid di Indonesia memiliki nilai sejarah masing-masing. Karena Islam masuk ke nusantara sudah sejak berabad-abad lalu.

Dari ribuan masjid yang ada di Indonesia, ada beberapa masjid yang memiliki keunikan, baik dari faktor bangunan fisik maupun nilai sejarah yang dikandungnya. Berikut beberapa masjid unik yang ada di Indonesia:

5. Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah

Masjid Menara Kudus atau Masjid Al Aqsa merupakan salah satu masjid yang cukup tua di Jawa Tengah. Bangunan masjid ini menyerupai candi Hindu yang didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M oleh Jafar Shodiq (lebih dikenal sebagai Sunan Kudus). Menurut catatan yang terukir di batu tulis masjid ini, nama Al-Aqsa diambil dari nama Masjid di daerah Al-Quds Palestina.

Bangunan Masjid Menara Kudus terdiri dari 3 bagian yaitu kaki, badan dan puncak yang sekelilingnya dihiasi piringan-piringan bergambar berjumlah 32 buah. 20 buah diantaranya berwarna biru dan dihiasi oleh lukisan masjid, manusia dengan unta, dan pohon kurma. 12 buah lainnya berwarna merah putih dihiasi dengan lukisan bunga. Di bagian belakang Masjid terdapat komplek makam Sunan Kudus yang selalu ramai dikunjungi peziarah.

6. Masjid Cipari Wanaraja, Garut

Masjid Cipari Wanaraja yang didirikan pada tahun 1936 di Garut ini merupakan saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Masjid yang terletak di Kampung Babakan Cipari, Desa Cipari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut ini saat masa perang kemerdekaan berfungsi sebagai pesantren sekaligus tempat latihan perang, dan pertahanan pejuang kemerdekaan.

Sementara pada zaman G30S/PKI, masjid ini menjadi tempat perjuangan melawan PKI, tempat pertemuan tokoh-tokoh Islam, pertahanan dan perlindungan, serta dapur umum. Saat ini masjid Cipari berfungsi sebagai masjid dan madrasah. Masjid ini berbentuk empat persegi panjang berukuran 30 m x 10 m dan memiliki 40 jendela kaca berkuran 120 cm x 60 cm. Sementara arsitekturnya lebih mirip dengan bangunan gereja.

7. Masjid Al Markaz, Makassar

Masyarakat Makassar Sulawesi Selatan memiliki masjid yang menjadi kebanggaan mereka yakni Masjid Al-Markaz. Tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Makassar, masjid ini juga menjadi pusat pengembangan agama Islam Asia Tenggara.

Masjid yang didirikan pada 12 Januari 1996 atau 27 Syaban 1416 H dan diprakarsai oleh Muhammad Jusuf. Masjid ini terletak di Jalan Masjid Raya Makassar, kecamatan Bontala, Makassar.

Arsitektur masjid tersebut dipengaruhi oleh Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini tidak memiliki kubah tetapi memiliki kuncup segi empat mirip rumah Bugis.

8. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid kebanggaan rakyat Aceh. Masjid ini menjadi saksi bisu sejarah perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda. Yang menarik dari masjid ini ketika bencana alam tsunami menghantam Aceh. Masjid ini tetap kokoh berdiri dan menjadi tempat perlindungan ratusan warga Aceh, sementara bangunan-bangunan di sekitar masjid tersebut rata dengan tanah dihantam tsunami.

Masjid megah di pusat kota Banda Aceh ini dibangun pada tahun 1292 dimasa pemerintahan Sultan Alaidini Mahmudsyah I. Masjid yang telah mengalami lima kali renovasi ini merupakan salah satu masjid terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer berasal dari Italia.

http://ramadan.detik.com/read/2012/07/21/084529/1971126/631/1/ini-dia-8-masjid-unik-di-indonesia

Beberapa perempuan Indonesia menjadi pendiri dari koloni Madagaskar 1.200 tahun yang lalu, ujar para peneliti pada Rabu akan salah satu episode aneh dalam sejarah pengembaraan manusia.

Antropolog banyak yang terpesona dengan Madagaskar, karena pulau itu jauh dari sejarah penaklukan manusia di planet ini selama ribuan tahun.

Pulau itu kemudian menjadi tempat tinggal bagi penduduk asli Afrika serta orang Indonesia, yang terletak 8.000 kilometer dari Madagaskar.

Sebuah tim yang dipimpin oleh ahli biologi molekuler Murray Cox dari Massey University, Selandia Baru, meneliti DNA penduduk Madagaskar demi mencari petunjuk atas penjelasan teka-teki imigrasi tersebut.

Mereka mencari ciri-ciri yang diturunkan kromosom melalui garis ibu, dengan contoh DNA yang diambil dari 266 orang yang berasal dari tiga kelompok etnis Malagasi.

Dua puluh dua persen dari DNA itu memiliki variasi dari “motif Polinesia,” karakteristik gen yang ditemukan di penduduk Polinesia, tapi sangat jarang ada di bagian barat Indonesia. Di salah satu kelompok entis Malagasi, satu dari dua orang memiliki karakteristik ini.

Jika hasil itu benar, maka sekitar 30 perempuan Indonesia menjadi pendiri dari populasi Malagasi “dengan kontribusi yang lebih kecil, tapi sama pentingnya, dengan yang berasal dari Afrika,” ujarnya.

Penelitian itu berfokus kepada DNA mitokondria, yang diturunkan melalui ibu, jadi masih ada kemungkinan ada beberapa pria Indonesia yang tiba bersamaan dengan para wanita pertama itu.

Simulasi komputer menunjukan kalau pemukiman dimulai sekitar 830 AD, saat Indonesia sedang mengembangkan jalur perdagangan di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.

Penelitian itu juga menunjukan kontribusi lain dari Asia Tenggara.

Secara linguistik, penduduk Madagaskar berbicara dengan dialek yang bila ditelurusi berasal dari Indonesia.

Kebanyakan leksikon, daftar istilah sesuai abjad, berasal dari bahasa Maanyan, bahasa yang digunakan di daerah lembah Sungai Barito di tenggara Kalimantan — daerah pedalaman yang terpencil — dengan beberapa tambahan dari bahasa Jawa, Melayu atau Sansekerta.

Bukti lain dari kependudukan Indonesia itu datang dari penemuan perahu cadik, peralatan besi, alat musik seperti gambang dan “kebudayaan makanan-makanan tropis” seperti budidaya nasi, pisang, ubi jalar dan talas yang dibawa dari seberang lautan.

“Madagaskar mulai ditempati sekitar 1.200 tahun lalu, terutama oleh sekelompok kecil perempuan Indonesia, dan kontribusi Indonesia — seperti bahasa, budaya dan gen — terus berlanjut mendomniasi Madagaskar sampai saat ini,” ujar laporan tersebut.

Bagaimana cara 30 wanita itu menyebrangi Samudra Hindia untuk sampai ke Madagaskar masih menjadi misteri.

Salah satu teori menyebutkan kalau mereka datang dengan kapal pedagang, meski belum ditemukan bukti kalau wanita ikut dalam pelayaran panjang di kapal pedagang Indonesia.

Teori lain menyebutkan kalau Madagaskar dimulai dari koloni pedagang resmi, atau mungkin menjadi pusat pelarian pengungsi yang kehilangan tanah dan kekuatan di masa ekpansi wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

Tapi hipotesa ketiga — dan yang paling berani — menyebutkan kalau para wanita tersebut berada di kapal itu karena melakukan pelayaran antar samudra secara kebetulan. Pemikiran itu didukung oleh simulasi pelayaran menggunakan indikasi arus laut dan pola cuaca musim monsun, ujar tim Cox.

Memang, di Perang Dunia II, bangkai kapal yang dibom di dekat Sumatra dan Jawa terdampar di Madagaskar, bahkan dalam satu kasus, ada seorang penumpang selamat dalam sekoci penyelamat.

Penelitian itu dipublikasikan oleh jurnal Inggris, Proceedings of the Royal Society B.

http://id.berita.yahoo.com/wanita-indonesia-nenek-moyang-penduduk-madagaskar-050207371.html

Negara sangat bahagia kedua setelah Indonesia adalah India dan Meksiko.

Berbagai permasalahan, mulai dari krisis ekonomi, bencana alam dan perang, ternyata tidak membuat rakyat Indonesia kehilangan kebahagiaan mereka. Menurut studi terbaru oleh Ipsos Global, orang Indonesia adalah yang paling bahagia di dunia.

Hasil survei Ipsos Global yang diterbitkan awal Februari lalu, yang dikutip oleh majalah Time, Kamis 1 Maret 2012, menitikberatkan pada kategori “bahagia” dan “sangat bahagia.” Melibatkan 18.687 responden dewasa dari 24 negara dunia, Indonesia masuk dalam posisi teratas dalam kategori negara yang sangat berbahagia.

Sebanyak 51 persen dari warga Indonesia menyatakan mereka sangat bahagia. Kendati menempati posisi teratas, tapi tingkat kebahagiaan Indonesia dibandingkan survey Ipsos Global sebelumnya menurun hingga tujuh poin. Penurunan kebahagiaan drastis juga dialami oleh Brazil yang turun 9 poin dan Rusia yang turun enam poin.

Negara sangat bahagia kedua setelah Indonesia adalah India dan Meksiko dengan 43 persen, disusul Brasil dan Turki dengan 30 persen, Australia dan Amerika Serikat dengan 28 persen. Di sisi lain, beberapa negara diketahui hanya sedikit warganya yang merasa sangat bahagia. Seperti Italia yang kebahagiaan warganya ada di level 13 persen, Spanyol 11 persen, Hunggaria enam persen, Korea Selatan tujuh persen dan Rusia delapan persen.

Ipsos memulai tracking happiness di 24 negara dari tahun 2007, dan di lakukan 2 kali dalam setahun. Maret 2010 survei di lakukan setiap bulan untuk mencari jawaban atas pertanyaan: Apakah kita pada saat ini lebih bahagia dari masa sebelumnya?

Secara keseluruhan, dunia adalah tempat yang bahagia. Pada tahun 2007, 20 persen dari populasi global menyatakan bahwa mereka sangat bahagia, dan pada tahun 2011 naik menjadi 22 persen. Pada bulan Maret dan April 2010 mencapai poin tertinggi yaitu 26 persen.

Dalam mengukur kategori sangat bahagia, perbaikan terbesar ditemukan di Turki, dimana tingkat kebahagiaan warganya naik 16 poin sejak 2007. Kemudian diikuti Meksiko dengan kenaikan sampai 10 poin, Australia naik 7 poin, Jepang naik 6 poin, India dan Kanada masing-masing naik 5 poin.

http://dunia.vivanews.com/news/read/292723-indonesia–negara-paling-bahagia-sedunia