Posts Tagged ‘gigi’

Kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem yang dipercaya berasal dari daerah sekitar tepi sungan Nil dan Efrat. Namun dalam perkembangannya, budidaya kurma menyebar ke Asia, Afrika, Spanyol hingga Italia. Sementara kurma menjadi tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai Maroko.

Buah ini juga dikenal sebagai makanan pokok di wilayah Timur Tengah sejak ribuan tahun yang lalu. Buah kurma banyak disajikan saat berbuka puasa. Selain dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikonsumsi, buah ini bermanfaat secara medis. Berikut ini 7 khasiat buah kurma untuk kesehatan tubuh:

1. Sumber Energi

Dalam buah kurma terkandung gula alami glukosa, sukrosa, dan fruktosa tinggi yang dapat meningkatkan energi. Untuk itu, kurma sangat bagus dikonsumsi saat berbuka puasa karena dapat menggantikan kalori kita yang berkurang sesudah puasa.

Kurma juga kaya akan mineral dan mengandung fitonutriwn, zat yang berkhasiat meningkatkan stamina dalam tubuh.

2. Mencegah Anemia

Kurma kering mengandung zat besi yang tinggi sehingga membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah anemia. Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Zat besi adalah komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.

3. Mencegah Kanker Usus Besar

Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar. Kurma yang berserat tinggi juga mampu mencegah terjadinya kanker usus besar.

4. Mengatasi Masalah Sembelit

Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi. Kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu membersihkan usus besar dan melancarkan pencernaan.

4. Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.

Selain itu, kurma juga mengandung mineral potasium 260 persen lebih tinggi daripada jeruk dan 64 persen lebih tinggi dibanding pisang. Dalam terapi hipertensi, kurma membuat dinding pembuluh darah tetap elastis serta mengikat karbon dioksida dalam darah.

Kaum Arab Badui, yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat kejadian yang sangat rendah dari kanker dan penyakit jantung.

5. Mencegah Kanker Paru-paru dan Kanker Rongga Mulut

Kurma kaya akan zat antioksidan flavonoid sepeti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin. Zat-zat antioksidan ini memiliki kemampuan melindungi sel-sel tubuh terhadap radikal bebas sehingga melindungi tubuh terhadapn kanker paru-paru dan rongga mulut.

Kurma juga merupakan sumber vitamin A yang diketahui membantu melindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.

6. Menjaga Kesehatan Mata

Kurma mengandung Vitamin A yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan merupakan mikronutrien yang penting bagi kesehatan mata. Kurma juga mengandung zeaxanthin yang penting untuk kesehatan mata dan melindungi mata terhadap degenerasi makula.

7. Menjaga Kesehatan Gigi dan Tulang

Kurma kaya akan kalsium dan mineral penting lainnya seperti magnesium, fosfor, kalium, tembaga, mangan, dan selenium yang berkhasiat dalam pembentukan tulang serta sendi.

Kurma juga mengandung flour yang memperlambat proses kerusakan gigi. Fluor juga diketahui mencegah pembentukan plak gigi karena memperkuat enamel gigi. Enamel gigi terdiri dari hidroksiapatit (hydoxyapatite), yang jika kontak dengan fluor membentuk hidroksifluorapatit (hydroxyfluorapatite) yang tahan terhadap kerusakan gigi. Fluor tidak dapat mengembalikan kerusakan gigi, namun dapat mencegah kerusakan gigi lebih lanjut.

http://ramadan.detik.com/read/2012/08/01/080752/1979992/631/ini-dia-7-khasiat-kurma-untuk-kesehatan?992204cbr

Iklan

Orang jadi pendiam ketika berpuasa, selain karena lapar, bisa jadi karena khawatir bau mulutnya mengganggu lawan bicara. Masalah ini umum ditemui selama bulan puasa. Agar tak cemas dihantui bau mulut selama bulan Ramadhan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Menurut penelitian, cairan pencernaan tetap keluar meski tidak ada makanan selama puasa. Hal ini akan mempengaruhi lapisan perut sehinga mengakibatkan bau busuk seperti bau makanan basi. Kurangnya air liur yang mengalir ke dalam mulut selama berpuasa, pengeringan rongga mulut, berkembangnya bakteri di lidah dan gigi, ditambah dengan cairan pencernaan akan menyebabkan bau mulut makin menggila.

Tak hanya itu, cadangan lemak dalam tubuh juga melepaskan bahan kimia keton yang didorong keluar bersamaan dengan keluarnya nafas, sehingga menambah aroma bau mulut.

“Selama Ramadhan, beberapa orang mengalami bau mulut karena kelenjar ludah tidak menghasilkan air liur yang cukup untuk menjaga napas tetap segar. Kekeringan mulut yang disebabkan oleh berpuasa memicu munculnya bau mulut,” kata Dr Rana Al Thib, Dokter Gigi di Klinik Umum Hibah Shata Specialised Dental Clinic di Dubai seperti dilansir Gulfnews.com, Minggu (22/7/2012).

Salah satu penyebab bau mulut juga karena tidak menyikat gigi selama bulan Ramadhan. Untuk mencegah minculnya bau mulut, Dr Rana menyarankan sebaiknya menyikat gigi tetap dilakukan seperti hari biasa. Meskipun tidak sarapan di pagi hari, menyikat gigi tetap harus dilakukan ketika bangun tidur. Tapi menyikat gigi setelah santap sahur juga tetap perlu dilakukan.

Selain menyikat gigi, minum banyak air ketika sahur sebanyak 2 – 3 gelas akan membantu menjaga tutup tetap terhidrasi. Dr Rana mengatakan bahwa menggunakan obat kumur masih boleh selama bulan Ramadhan karena tidak ditelan.

“Pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol karena tidak membuat mulut jadi lebih kering dan menyebabkan lebih banyak masalah,” wanti dr Rana.

Secara ringkas, cara-cara menghindari bau mulut ketika berpuasa adalah sebagai berikut:

– Menyikat gigi sehabis makan sahur dan bangun tidur

– Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang khusus (Flossing). Jangan gunakan tusuk gigi untuk mengganti benang

– Gunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah

– Pakai obat kumur anti bakteri yang tidak mengandung alkohol

– Rongga gigi harus segera ditambal untuk mencegah penumpukan sisa makanan di dalamnya

– Membersihkan karang gigi ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali

– Minum setidaknya 2 – 3 gelas air pada saat sahur

http://health.detik.com/read/2012/07/22/155702/1971654/766/agar-mulut-tak-bau-naga-selama-berpuasa?l1101755hl

Semua organ tubuh memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Namun ada 5 organ tubuh yang saat ini fungsinya masih misterius dan masih terus dikuak peneliti.

Pada waktu tertentu, manusia tak lagi mengandalkan organ atau struktur organ ini untuk fungsi yang serius. Bisa juga organ ini telah berhenti berkembang atau sampai pada titik dimana organ ini tidak dapat berfungsi seperti sedia kala.

Ilmuwan terkemuka bernama Charles Darwin pun menunjukkan bahwa organ-organ ini merupakan sisa-sisa anatomi pada manusia atau hewan lainnya sebagai bukti adanya evolusi.

Kelima organ tubuh manusia yang fungsinya masih misterius itu seperti dilansir dari Livescience, Kamis (12/7/2012) adalah:

1. Usus Buntu

Kantung kecil yang melekat pada usus besar Anda itu berada di persimpangan usus kecil dan tidak lagi membantu proses pencernaan. Bahkan hanya 1 dari 20 orang yang menjalani operasi usus buntu yang tampaknya tak melakukannya. Namun pada hewan bertulang belakang dan pemakan tumbuhan, usus buntu tetap menjadi bagian dari sistem pencernaannya.

Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bahwa usus buntu manusia bisa saja bermanfaat sebagai tempat penyimpanan bakteri-bakteri yang menguntungkan sehingga Anda takkan mengalami diare karena bakteri-bakteri yang tersimpan ini bisa bergegas ke usus dan menyelamatkan Anda.

2. Tulang Ekor

Kakek nenek Anda memang tak punya ekor tetapi jika Anda melongok ke pohon keluarga lebih jauh maka Anda akan tahu bahwa nenek moyang manusia atau manusia purba memilikinya.

Mamalia lain menggunakan ekornya sebagai alat keseimbangan, namun ketika manusia belajar berjalan, ekor ini menjadi tak berguna dan proses evolusi mengubahnya menjadi beberapa tulang yang menyatu dan menyebutnya sebagai tulang ekor.

3. Puting pada Pria

Selain wanita, pria juga memiliki puting karena sejak dalam kandungan, jenis kelamin gender bisa berubah-ubah. Lagipula pada dasarnya semua janin awalnya berkelamin perempuan kemudian hormon testosteron menyebabkan si janin berbelok menjadi laki-laki atau perempuan. Jangan heran jika sebagian pria diketahui bisa menghasilkan asam laktat atau asam susu dan menderita kanker payudara.

4. Erector Pili dan Rambut Penutup Tubuh

Kedinginan dan rasa takut dapat menyebabkan serat-serat otot yang disebut erector pili untuk hidup dan memaksa rambut-rambut di tubuh Anda agar berdiri dan membuat hewan atau sesuatu yang Anda takuti terlihat semakin besar dan mengancam jiwa Anda.

5. Gigi Bungsu (Gigi Molar)

Tak lebih dari memberi rasa nyeri pada banyak orang, gigi bungsu yang juga bagian dari gigi geraham ini mungkin hanya berfungsi satu kali dalam seumur hidup manusia, kata ilmuwan.

Untuk setiap sisi rahang, ada geraham depan (pre-molar) berjumlah 2 buah dan geraham belakang (molar) berjumlah 3 buah. Namun dari waktu ke waktu rahang manusia semakin mengecil dan gigi molar ke-3 ini tak punya ruang untuk tumbuh, bahkan sering terjadi penumpukan sisa makanan dan menyebabkan gigi berlubang.

http://health.detik.com/read/2012/07/12/185535/1964134/763/5-organ-tubuh-yang-fungsinya-masih-misterius?l1101755hl

SIKAT gigi sebelum tidur adalah wajib hukumnya. Penelitian pun membuktikan bahwa individu yang tidak menyikat gigi pada malam hari sebelum tidur, jumlah giginya yang berlubang dua kali lebih banyak dari yang menyikatnya sebelum tidur. Apa penyebabnya?

Gigi yang tidak dibersihkan sebelum tidur akan membuat kuman senantiasa berkembang biak dan menumpuk.

“Kalau tidak sikat gigi malam hari, sisa makanan tertinggal pada sela-sela gigi kita. Terlebih lagi kalau makanan yang manis, kuman senantiasa ada dalam mulut, berkembang biak, dan menumpuk,” tutur Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Drg Zaura Rini Anggraeni dalam acara “40 Tahun Kemitraan Pepsodent dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia” di Restoran Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Kuman senantiasa berkembang biak saat malam hari dikarenakan produksi air liur yang mengandung zat antibakteri berkurang. Padahal, air liur berfungsi mengurangi tingkat keasaman di mulut sehingga jika gigi tidak dibersihkan kuman-kuman akan lebih mudah dua kali berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi.

“Kuman akan lebih mudak berkembang biak pada malam hari dengan berkurangnya air ludah. Kuman itu berkembang biak lebih cepat dua kali lipat pada malam hari daripada saat siang hari. Itu alasannya pada malam hari penting sekali untuk sikat gigi,” tegasnya.

http://health.okezone.com/read/2012/03/02/482/585810/kenapa-harus-sikat-gigi-sebelum-tidur

Ada tradisi kuno yang menyarankan orang untuk membersihkan gigi dengan menggunakan siwak. Ternyata ini bukan hanya tradisi, karena ada banyak manfaat yang bisa didapatkan jika membersihkan gigi dengan siwak.

“Benar sekali itu, siwak bisa membersihkan gigi,” ujar drg Chairunnisa Amarta, SpBM, NLP disela-sela acara peluncuran buku ‘Hypnodontia Wawasan Baru Perawatan Gigi di Kuningan Village, Kamis (16/2/2012).

Dokter yang akrab disapa Irun ini menjelaskan ketika siwak tersebut berkontaminasi dengan ludah, maka ia akan mengeluar senyawa fluor. Tapi cara pakai siwaknya harus benar, kebanyakan masyarakat menggunakannya tidak tepat atau agak salah.

“Siwak itu kan panjang, sebelum dipakai kita tumbuk dulu nanti dia bentuknya jadi kaya sapu. Dengan ditumbuk ini kadar flournya keluar dan begitu kena ludah itu kaya disikat juga,” ujar dokter yang berpraktek di klinik dentist & dentists.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga oleh masyarakat adalah jangan menggunakan siwak sampai ia pendek, tapi masyarakat kadang yang sudah pendek masih dipakai karena susah menemukannya.

“Setelah 1 hari habis dipakai itu kita potong karena kan kotor ada kumannya lalu tumbuk lagi untuk dipakai berikutnya, kalau ukurannya sudah sekitar 7-8 cm maka itu harus dibuang,” ujar drg Irun yang saat ini tengah menjadi mahasiswa untuk program S3 di UI.

drg Irun menuturkan manfaat dari siwak ini sudah diteliti oleh mahasiswa S1 bimbingannya dan diketahui efeknya sangat luar biasa, salah satunya adalah kadar flour yang dikeluarkan bisa menahan tumbuhnya lubang gigi. Manfaat lainnya lagi seperti:

1. Melawan penyakit gusi yang disebabkan oleh bakteri
2. Memerangi plak gigi secara efektif
3. Menghilangkan bau mulut dan membuat aromanya jadi harum
4. Secara efektif membersihkan daeran interdental (daerah diantara gigi)
5. Meningkatkan sekresi (pengeluaran) ludah serta mencegah mulut kering.

Beberapa studi telah dilakukan untuk mengetahui khasiat siwak seperti penelitian di Swedia yang dipublikasikan dalam Journal of Periodontology yang menemukan bahwa siwak mampu membunuh bakteri yang bisa menyebabkan penyakit periodontal.

Selain itu ada pula studi yang membandingkan antara siwak dengan sikat gigi dan disimpulkan siwak lebih efektif daripada sikat gigi dalam mengurangi plak dan radang gusi bila digunakan secara benar.

“Jadi saya sangat setuju dengan penggunaan siwak ini misalnya setelah makan, Rasulullah bilang pakai 5-7 kali dalam sehari dan itu benar,” ujar drg Irun.

http://health.detik.com/read/2012/02/16/180406/1844552/763/alasan-siwak-efektif-membersihkan-gigi?l1102755

Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, tidak hanya membantu untuk memiliki senyum yang menawan dengan gigi yang putih. Kebersihan mulut dan kesehatan mulut yang baik dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, mengurangi risiko penyakit serius dan bahkan dapat mempertahankan daya ingat di masa tua.

Kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut untuk anak-anak memang sebaiknya diajarkan sedini mungkin. Jika sedang tergoda untuk mengelak melakukan kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan mulut, yang perlu diingat adalah bahwa kita merupakan panutan bagi anak-anak. Kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut tersebut, seperti menyikat gigi, menggunakan dental floss (flossing), dan periksa ke dokter gigi secara teratur.

Dengan memiliki gigi dan gusi yang sehat dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan seperti dikutip dari WebMD, Kamis (29/12/2011) antara lain:

1. Meningkatkan kepercayaan diri

Gigi yang berlubang dan penyakit gusi sering dikaitkan tidak hanya dengan bau mulut yang tidak sedap, namun juga sangat dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Dengan mulut yang sehat yang bebas dari penyakit gusi dan gigi berlubang, kualitas hidup juga dapat menjadi lebih baik. Karena seseorang dapat makan dengan baik, tidur lebih baik, dan berkonsentrasi tanpa gigi sakit, atau infeksi mulut yang dapat mengalihkan perhatian.

2. Turunkan risiko penyakit jantung

Peradangan kronis dari penyakit gusi telah dikaitkan dengan perkembangan masalah-masalah kardiovaskular seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dan stroke. Hubungan antara peradangan kronis dari penyakit gusi dengan penyakit jantung telah dibuktikan dengan banyak penelitian. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa, menjaga kesehatan mulut dapat membantu melindungi kesehatan secara keseluruhan.

3. Mempertahankan daya ingat

Menurut laporan Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, orang dewasa dengan radang pada gusi (gingivitis) menunjukkan hasil yang buruk pada tes daya ingat dan kemampuan kognitif lain dibandingkan dengan mereka yang memiliki gusi dan mulut yang sehat. Gingivitis dapat menunjukkan gejala antara lain pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Orang-orang dengan radang gusi lebih cenderung berkinerja buruk pada tes lisan untuk daya ingat dan tes keterampilan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengurangi risiko infeksi dan peradangan pada tubuh

Kesehatan mulut yang buruk telah dikaitkan dengan perkembangan infeksi pada bagian lain dari tubuh. Hasil penelitian telah menunjukkan hubungan antara penyakit gusi dan rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis, merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Mekanisme perusakan jaringan penghubung antara penyakit gusi dan rheumatoid arthritis adalah sama. Makan dengan diet seimbang, periksa ke dokter gigi secara teratur, dan kebersihan mulut yang baik dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi. Pastikan menyikat gigi 2 kali sehari dan flossing sekali sehari. Menggunakan obat kumur atau pasta gigi antibakteri juga dapat membantu mengurangi bakteri di mulut yang dapat menyebabkan radang gusi.

5. Membantu menstabilkan gula darah bagi yang memiliki diabetes

Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol seringkali memiliki penyakit gusi. Memiliki diabetes dapat membuat seseorang kurang mampu melawan infeksi, termasuk infeksi gusi yang dapat menyebabkan penyakit gusi yang serius. Beberapa ahli telah menemukan bahwa, jika memiliki diabetes, maka cenderung untuk mengembangkan masalah gusi lebih parah dibandingkan dengan orang yang tanpa diabetes. Mengurangi risiko gingivitis dengan melindungi kesehatan mulut dapat membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.

6. Menjaga kesehatan bayi bagi wanita hamil

Perempuan mungkin mengalami peningkatan gingivitis selama kehamilan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara penyakit gusi dan kelahiran bayi prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Tidak semua studi telah menemukan hubungan yang erat, tetapi tidak ada salahnya untuk menjaga kesehatan mulut. Jika sedang hamil, maka sebaiknya mengunjungi dokter gigi atau dokter gigi ahli penyakit gusi (periodontist) sebagai bagian dari perawatan pranatal.

http://www.detikhealth.com/read/2011/12/30/065018/1802801/766/6-manfaat-menjaga-kesehatan-mulut

Merawat dan membersihkan gigi secara rutin memang merupakan hal yang sepele dan seringkali tidak diperhatikan. Namun, ternyata hal tersebut dapat memberikan dampak yang cukup serius pada kesehatan secara umum.

Kunjungan ke dokter gigi setidaknya dua kali setahun dapat membantu untuk mengurangi risiko menderita serangan jantung atau stroke. Hal tersebut merupakan hasil penelitian dari sekelompok peneliti dari Veterans General Hospital in Taipei, Taiwan.

Hasil penelitian tersebut, baru-baru ini telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Heart Association (AHA) di Orlando, Florida.

“Perlindungan dari penyakit jantung dan stroke lebih jelas pada peserta penelitian yang mendapatkan pemeriksaan gigi sedikitnya setahun sekali. Memiliki gigi yang dibersihkan secara rutin oleh tenaga kesehatan profesional dapat untuk mengurangi pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan. Bakteri peradangan tersebut dapat menyebakan kondisi yang mengarah pada perkembangan penyakit jantung atau stroke,” kata Dr Emily (Zu-Yin) Chen, seorang ahli kardiologi di Veterans General, dalam sebuah rilis berita hasil penelitian di AHA seperti dilansir dari HealthNews, Selasa (15/11/2011).

Menyikat gigi secara rutin dan teratur dapat membantu menghilangkan lapisan biofilm yang lengket dan mudah melekat pada gigi. Lapisan biofilm tersebut mengandung bakteri dan dikenal sebagai plak. Plak yang telah mengeras karena terkalsifikasi disebut sebagai karang gigi (kalkulus).

Kalkulus hanya dapat dihilangkan dengan pembersihan karang gigi (scaling) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Dengan menggunakan proses yang disebut scaling, dokter gigi dapat menghilangkan kalkulus di atas dan di bawah garis gusi.

Kalkulus yang berada di atas garis gusi disebut sebagai kalkulus supragingiva. Sedangkan kalkulus yang terletak di bawah garis gingiva disebut sebagai kalkulus subgingiva.

“Saya akan menyarankan semua orang untuk melakukan pembersihan gigi secara rutin dan teratur oleh tenaga kesehatan profesional. Karena tidak semua kotoran yang melekat pada gigi dapat dihilangkan dengan menyikat gigi,” kata Dr. Chen.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa ada hubungan antara peradangan kronis dari penyakit gusi, dan pengembangan penyakit jantung. Namun, penelitian tersebut hanya dilakukan secara observasional.

Pada penelitian baru tersebut, para peneliti mengamati lebih dari 100.000 orang yang tidak memiliki sejarah masalah jantung atau stroke selama rata-rata 7 tahun.

Diantara peserta penelitian tersebut lebih dari 51.000 orang dewasa yang telah menerima setidaknya satu kali pembersihan karang gigi oleh tenaga kesehatan profesional. Dan kelompok sisanya merupakan kelompok yang tidak menerima pembersihan karang gigi oleh tenaga kesehatan profesional.

Penelitian tersebut menunjukkan di antara peserta yang telah melakukan pembersihan karang gigi dua kali dalam setahun selama 2 tahun, risiko untuk serangan jantung mengalami penurunan sebesar 24 persen, dan risiko stroke berkurang 13 persen.

Hal tersebut bila dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan pembersihan karang gigi oleh tenaga kesehatan profesional sama sekali.

http://www.detikhealth.com/read/2011/11/15/131737/1767690/766/periksa-gigi-secara-rutin-kurangi-risiko-serangan-jantung?l991101755