Posts Tagged ‘bayi’

Bayi yang belum bicara hanya bisa mengutarakan maksudnya melalui ekspresi wajah atau menangis. Untuk tahu apa keinginannya, berikut ini ekspresi wajah bayi saat mengutarakan sesuatu.

“Setiap ekspresi bayi bisa ditafsirkan sehingga orangtua tahu apakah bayinya lapar, senang, marah, ingin bermain atau butuh dipeluk,” ujar pakar bahasa tubuh Vivien Sabel, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/8/2012).

Para ahli percaya bayi mulai bisa berkomunikasi jauh sebelum ia membentuk kata-kata pertamanya. Berikut ini ekspresi yang muncul dari bayi beserta artinya:

1. Lapar

Pada ekspresi ini bayi mulai berpikir tentang makanan, maka lidahnya akan terlihat keluar dan ekspresi berpusat di bibirnya namun tidak terlalu menonjol.
perhatikanlah bibirnya yang dijulurkan serta digerak-gerakkan kesana kemari.

2. Siap untuk makan

Tatapannya kuat ke arah sang ibu, dan bayi akan mendorong bibir serta lidahnya ke depan atau keluar untuk memberitahu bahwa ia siap untuk makan.

3. Berikan susu sekarang

Ekspresi bayi akan menunjukkan mulut yang terbuka, tangannya dekat dengan bibir dan lidahnya menonjol yang mengisyaratkan ia benar-benar lapar.

4. Mengantuk

Ekspresi ini menunjukkan bayi ingin tidur tapi perlu jalan berliku, bibir akan terlihat penuh dan sedikit maju serta kelopak mata yang berat.

5. Terkejut

Tatapan mata bayi terbelalak mengatakan bahwa ia terkejut dan ibu harus mendukung ekspresi ini.

7. Bayi puas

Ibu bisa tahu melalui pandangan matanya yang menunjukkan kepuasan dan posisi lembut bibirnya bahwa ia sudah kenyang.

8. Senang

Ekspresi yang muncul adalah mata berseri-seri tersenyum, bersinar, mendapatkan istirahat yang cukup dan siap untuk bersenang-senang dengan orang sekitarnya seperti ibu.

http://health.detik.com/read/2012/08/09/102718/1986947/1300/ekspresi-ekspresi-wajah-bayi-saat-ingin-sesuatu

Iklan

Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi.

Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri.

Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.

Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda
Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri.

Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.

Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.

Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat.

Terdapat seratus triliun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.

Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.

Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:

Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.

Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.

Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.

Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.

Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal.

Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.

Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.

Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.

Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata.

Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.

Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.

Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.

Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl, 16:78)

Penciptaan Kedua
Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.

Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.

Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.

Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:

”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79)

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/12/m5hmia-subhanallah-inilah-mukjizat-rahim-ibu

Satu lagi hasil penelitian tentang manfaat menyusui dirilis. Berdasarkan penelitian yang dimuat di American Journal of Epidemiology edisi ternayar, para ibu yang menyusui dalam kurun waktu yang disarankan (6 – 12 bulan) memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Penelitian, bagaimanapun, tidak menyimpulkan bahwa menyusui adalah alasan untuk menciptakan tekanan darah yang sehat. Tapi mereka menambah bukti bahwa menyusui mungkin memiliki manfaat tidak hanya bagi bayi, tapi untuk ibu juga.

Secara umum, para ahli merekomendasikan bahwa bayi diberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama mereka, kemudian terus mendapatkan ASI bersama dengan makanan padat sampai mereka berusia satu tahun.

Menyusui bermanfaat melindungi bayi terhadap penyakit-penyakit umum tertentu, seperti diare dan infeksi telinga bagian tengah. Tapi ada juga beberapa bukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko ibu dari beberapa masalah kesehatan.

Studi telah menemukan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko rendah terkena diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung di kemudian hari – meskipun tidak satupun dari mereka mampu membuktikan hubungan sebab-akibat kedua faktor itu.

Untuk studi baru, peneliti melihat korelasi antara pemberian ASI dan kemudian risiko tekanan darah tinggi. Penelitian ini melibatkan relawan 56 ribu perempuan AS yang memiliki setidaknya satu bayi.

Secara keseluruhan, studi menemukan, wanita yang telah menyusui selama setidaknya enam bulan kurang baru akan mengembangkan tekanan darah tinggi 14 tahun lebih lama ketimbang ibu yang bayinya meminum susu botol.

Hampir 8.900 wanita yang berpartisipasi dalam penelitian secara keseluruhan akhirnya didiagnosa dengan tekanan darah tinggi. Tetapi 22 persen lebih tinggi bagi perempuan yang tidak menyusui anak pertama mereka, dibandingkan wanita yang menyusui secara eksklusif selama enam bulan.

Namun, harus dilihat pula faktor-faktor seperti kebiasaan diet, olahraga, dan merokok.

Tidak ada temuan membuktikan bahwa pemberian ASI memberikan perlindungan jangka panjang terhadap tekanan darah tinggi, kata ketua peneliti, Dr Alison M Stuebe, dari University of North Carolina, Chapel Hill.

“Adalah masuk akal bahwa menyusui memiliki manfaat langsung,” kata Stuebe. Penelitian atas hewan telah menemukan bahwa hormon oksitosin, yang terlibat dalam menyusui, memiliki efek langsung pada tekanan darah.

“Perempuan juga cenderung memiliki penurunan tekanan darah jangka pendek segera setelah menyusui,” tambah Stuebe.
Subhanallah, Wallahu a’lam..

http://id.she.yahoo.com/yippi-menyusui-turunkan-risiko-tekanan-darah-tinggi-031837800.html

Meletakkan bayi agar tidur telentang di tempat tidur dalam ruangan yang sama dengan orangtua adalah salah satu pedoman tidur yang aman untuk bayi. Tidur dengan posisi miring membuat bayi tidak aman dari risiko kematian mendadak atau sudden death infant syndrom (SIDS).

American Academy of Pediatrics (AAP) pada tahun 1992 awalnya mengatakan bahwa bayi harus ditempatkan dalam posisi tidur yang tidak rawan untuk mengurangi kematian mendadak (SIDS).

Namun AAP kali ini merekomendasikan agar bayi selalu tidur dalam posisi telentang dan menegaskan bahwa tidur dengan posisi miring tidaklah aman. Ketika tidur dalam boks, disarankan juga tidak ada benda-benda lain kecuali kasur dan alas tidur.

Pedoman yang dirilis ini AAP juga menyarankan orang tua untuk menyingkirkan semua jenis bantalan bemper boks bayi, baik yang empuk maupun yang keras karena bisa membuat bayi terperangkap.

“Hanya bayi yang boleh ada di dalam boks bayi, kecuali kasur dan alas tidur yang erat,” kata Dr Rachel Moon dari Children’s National Medical Center di Washington, DC seeprti dilansir NBCNews, Rabu (19/10/2011).

AAP telah menyusun panduan berisi 18 rekomendasi yang dimaksudkan untuk membantu orang tua, penyedia layanan kesehatan dan pihak lain yang merawat bayi menyusul meningkatnya kematian bayi karena SIDS selama beberapa tahun terakhir.

Rekomendasi diperluas sehingga berfokus secara luas dengan cara menciptakan lingkungan tidur yang aman. Pedoman tersebut juga merekomendasikan agar benda lembut, selimut, dan bantal tidak disimpan di boks bayi.

Bayi juga sebaiknya tidak dibiasakan teratur tidur di atas perangkat duduk seperti kursi mobil atau kereta bayi, dan tidur di tempat di mana mereka bisa tercekik.

Rekomendasi-rekomendasi ini ditujukan untuk bayi hingga berusia satu tahun serta menekankan pentingnya perawatan kehamilan secara rutin bagi ibu hamil dan mendorong terciptanya lingkungan bebas asap rokok bagi ibu hamil dan anak-anak.

Menyusui juga sangat disarankan sebagai cara untuk mencegah SIDS. Karena ASI sudah dikenal mampu melindungi bayi terhadap beberapa penyakit. Tak hanya itu, vaksinasi juga dipromosikan sebagai salah satu cara menekan angka SIDS.

“Bayi yang diimunisasi memiliki setengah risiko SIDS dibandingkan bayi yang tidak diimunisasi. Kita tahu bahwa bayi yang mengalami infeksi ringan berisiko tinggi mengalami SIDS,” kata Dr. Moon.

Dr. Moon adalah penulis utama pedoman baru pencegahan SIDS yang dikeluarkan oleh AAP tersebut. Menurutnya, masih belum jelas mengapa vaksin memiliki efek perlindungan tersebut, namun bukti yang mendukung hal itu cukup kuat.

http://www.detikhealth.com/read/2011/10/19/120610/1747527/764/bayi-hanya-boleh-tidur-telentang?l991101755

Banyak yang berpikir seorang bayi belum mengerti apa-apa. Tapi studi menunjukkan bahwa kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah sudah dimiliki sejak usia 15 bulan.

Para peneliti menuturkan dalam penelitian ini bayi memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang adil dan tidak adil seperti dalam pembagian makanan dengan orang lain. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran awal mengenai keadilan sehingga bisa membedakan mana yang benar dan salah.

“Temuan kami menunjukkan bahwa norma-norma seperti keadilan lebih cepat diperoleh dari yang kita duga, seperti bayi yang lebih sensitif terhadap pembagian makanan atau mainan yang tidak adil,” ujar Jessica Sommerville, profesor psikologi dari University of Washington, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (8/10/2011).

Studi yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE ini memperlihatkan 2 video singkat bayi berusia 15 bulan. Diketahui bayi menghabiskan banyak waktu untuk melihat bagaimana distribusi suatu makann dan melihat apakah ada seseorang yang mendapatkan lebih banyak dibanding orang lain.

“Bayi mengharapkan adanya distribusi yang sama dan adil dari makanan tersebut, dan mereka akan terkejut jika melihat satu orang mendapatkan biskuit atau susu lebih banyak dibanding yang lain,” ujar Sommerville.

Sommerville mengungkapkan bayi cenderung melihat adanya keadilan dan ketidakadilan dengan cara mengamati bagaimana seseorang memperlakukan satu sama lain. Bayi akan terkejut jika ia melihat adanya perbedaan distribusi.

“Hasil percobaan menunjukkan pemahaman mengenai keadilan dan salah benar sudah ada sejak dini. Mereka bersedia berbagi dengan yang lain dan akan benar-benar sensitif terhadap adanya pelanggaran keadilan tersebut,” ungkapnya.

http://www.detikhealth.com/read/2011/10/08/120213/1739553/764/anak-bisa-membedakan-benar-salah-sejak-usia-15-bulan?l991101755

Setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda, bahkan pada anak kembar sekalipun. Tapi ternyata kepribadian anak bisa diketahui melalui tingkah lakunya sehari-hari.

“Semua anak memiliki salah satu indera di tubuhnya yang lebih dominan, indera dominan ini yang akan menentukan bagaimana anak-anak berpengalaman dan berhubungan dengan dunia luar,” ujar peneliti perilaku Priscilla Dunstan, seperti dikutip dari Parenting, Senin (8/11/2010).

Pengalaman dan cara anak berhubungan dengan dunia luar ini yang akan membentuk kepribadian si kecil. Berikut ini panduan bagi orangtua untuk mengerti dan mengetahui kepribadian anak, yaitu:

Anak taktil
1. Anak-anak taktil akan mengekspresikan dirinya secara fisik. Jika bahagia ia akan melompat-lompat, jika merasa sedih ia akan membutuhkan pelukan, jika marah atau gembira ia akan mendorong atau melempar sesuatu.
2. Umumnya anak-anak ini akan belajar sambil praktek (learn by doing). Pada bayi ia akan senang digendong sepanjang waktu dan lebih mudah ditenangkan melalui gerakan atau sentuhan.
3. Bagi balita, orangtua mungkin akan melihatnya melemparkan diri ke tanah dan meronta-ronta, senang digelitik atau melakukan sesuatu secara fisik dan umumnya tidak suka sendirian.
4. Untuk anak sekolah umumnya akan memberikan respons yang lebih baik dalam hal pelajaran yang melibatkan sesuatu yang nyata atau bisa dipegang.

Anak auditori
1. Anak-anak auditori akan memperhatikan nada suara orang dan tingkat kebisingan.
2. Semua perasaan akan diungkapkan melalui suara, seperti tertawa terbahak-bahak, menangis keras, berteriak saat marah serta selalu mencari ketertiban dan pola. Pada bayi umumnya akan lebih mudah terkejut, dan tenang jika didengarkan musik.
3. Bagi balita umumnya ditunjukkan dengan jeritan bernada tinggi saat sedang marah atau mengamuk, cepat fokus pada percakapan atau musik favoritnya.
4. Sedangkan untuk anak sekolah akan belajar lebih baik ketika sedang membaca sambil bersuara dan lebih mudah menangkap pelajaran melalui suara atau dibacakan.

Anak visual
1. Anak-anak visual akan belajar dengan cara menonton dan meniru.
2. Anak-anak senang memperhatikan mainan melalui bentuk, warna atau ukuran, serta cenderung lebih mudah belajar membaca.
3. Tapi akan terganggu jika terlalu banyak rangsangan secara visual seperti dari televisi, keramaian atau kekacauan.
4. Pada bayi cenderung akan merasa aman atau nyaman jika orangtua atau pengasuh ada di dekatnya.
5. Pada balita amukan yang ditunjukkan akan sangat dramatis dengan ekspresi wajah yang jelas serta air mata berlebihan, biasanya terjadi jika ia mengalami gangguan visual saat menonton televisi atau melihat sesuatu.
6. Untuk anak sekolah akan lebih mudah memahamil pelajaran melalui visualisasi seperti buku bergambar atau kartu.

sumber : health.detik.com

Tak usah panik jika bayi menangis. Anda dapat mengatasinya dengan mudah jika
tahu sebabnya. Jangan pula berpikir ia anak yang rewel. Menangis adalah cara
si kecil berkomunikasi dengan Anda.
Subhanallah, Allah telah menciptakan manusia dengan sempurna, hingga saat masih bayi pun Allah menganugrahkan naluri kepada bayi dengan menangis yang ternyata tangisan ini pun bermakna apabila kita memahaminya. Berikut beberapa tangisan bayi beserta bahasa tubuh yang menyertainya:

ARTI TANGISAN BAYI 0-3 BULAN
Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar.
Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangisan berbeda-beda,
masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan
kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai
tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama
tangis, maka makin kuat kebutuhannya.

“Saya lapar”
Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernapas,
menangis lagi, lalu stop untuk bernapas. Biasanya diselingi gerakan
mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

Jika ia masih menangis saat disusui, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan
bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernapas sehingga menangis.

“Saya bosan”
Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi.
Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya
bermain.

“Saya lelah”
Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan
memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan
berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

“Saya kesepian”

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa
kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian
berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama
membuatnya senang.

“Saya tak nyaman.”
Biasanya suara tangis melengking dan jelas, napas agak tersendat, lalu
napasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit,
pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.

“Saya kolik”
Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum
diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna
sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama
kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.

Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul,
suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi.
Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang
disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu
menenangkannya.

“Saya sakit”
Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan
serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas lebih melengking dan lebih
ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit
tertentu.

ARTI TANGISAN BAYI 4-12 BULAN
Mulai usia 3-4 bulan Anda akan melihat perubahan nyata pada si kecil.
Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di
sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu di
sekelilingnya.

“Saya lapar”
Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengonsumsi makanan
padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya cepat lelah.
Bayi yang aktif kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan kecil dan minuman
dapat memulihkan energinya.

“Saya tumbuh gigi”
Biasanya bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya
muncul pada sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.

“Saya cemas”
Mulai usia 7 atau 8 bulan kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama
saat ia “kehilangan” Anda. Baginya, Anda adalah dasar dari rasa amannya. Ia
akan tenang “menjelajahi dunia” selama Anda berada dalam pandangannya. Jika
Anda meninggalkannya atau ia tak melihat Anda, meski Anda ada di dekatnya,
ia akan menangis.

“Saya ingin diperhatikan”
Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat untuk
memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan
menangis Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Anda tak
buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.

“Saya sakit”
Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat
ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin
lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia
melupakan sakitnya dengan cepat.

“Saya sangat lelah”
Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya
menangis. Menjelang akhir tahun pertamanya, ia mempunyai kehidupan yang
penuh dengan pengalaman baru, yang membuatnya kehabisan energi sebelum ia
kehilangan semangat. Ia butuh pertolongan Anda untuk membuatnya cukup rileks
seperti tidur.

“Saya marah”
Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin”, dan
kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan rasa frustrasinya ketika
sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Seolah ia dibuat jengkel oleh
batasan-batasan, beberapa di antaranya merupakan rintangan fisik seperti
kursi tinggi dan kursi dorong, yang terasa menghalanginya saat ia ingin
berkembang lebih leluasa.

Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena tak
bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan menggenggam erat
kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk menunjukkan pada Anda bahwa ia
tak puas dengan situasi yang ada.
Wallahua’lam!!

Sumber : tabloid-nakita.com disertai perubahan