Archive for the ‘1’ Category

Bukan sesuatu yang mustahil menghafal Al Quran dalam waktu satu bulan. Ini terjadi di salah satu desa yang berada di Jawa Barat. Baca berita feature di bawah ini:

Langit di Villa Kahyangan, Jatinangor itu masih temaram. Di tengah suara jangkrik dan katak yang bersahutan di pinggir kolam, sesosok pria paruh baya duduk bersila. Bibirnya bergerak tak henti. Lafalan ayat-ayat Alquran sayup-sayup terdengar dari mulutnya.

Malam itu, jarum pendek jam dinding baru menunjukan angka tiga. Kala sebagian orang berkalung selimut menghapus dingin, Haji Ali Husein, pria paruh baya itu sudah terbangun. Usianya sudah cukup uzur, 68 tahun. Namun pagi itu Ia seolah tak hirau dinginnya hawa pinggiran Kota Kembang Bandung.

Sebuah kitab Quran terapit diantara kedua tangannya. Matanya tajam menelusuri setiap barisnya. Terkadang terpejam mengulang kembali ayat-ayat yang dibaca.

Haji Ali tak sendiri. Ada puluhan pria dan wanita sudah terbangun pagi buta itu. Mereka melakukan aktivitas serupa. Masing-masing memegang sebuah Alquran dan melafalkannya ayat per ayat.

Sebagian lagi tengah duduk bersila di depan seorang pria bergamis hitam. Dipisahkan sebuah meja, satu per satu peserta menyetorkan hapalannya.

Itulah pemandangan keseharian di Desa Wisata Quran Hamasah. Puluhan orang bersama menghabiskan waktu 30 hari dalam karantina. Pembinanya adalah Ustad Djaelani. Mereka adalah para pengunjung desa yang bersemangat untuk bisa hafal quran dalam sebulan.

****

Desa Wisata Quran Hamasah memang tengah jadi buah bibir. Dewa Wisata Quran ini bukanlah suatu tempat yang menetap di Bandung, Jawa Barat. Namun Ustad Jaelani membawa konsep pengajaran ini berkeliling Indonesia. Selama 30 hari, mereka akan menggunakan sebuah lokasi sebagai tempat pembinaan, dan mereka sebut sebagai Desa Wisata Quran ini. Sepintas target mereka seperti mustahil, yakni bisa hafal quran dalam sebulan.

Seperti juga yang pernah dilakukan di Belitung, program ini berhasil meluluskan seorang pemuda penghafal Alquran hanya dalam tempo 14 hari. Pemuda itu merupakan mahasiswa yang sedang menjalani studinya di Turki. Pemuda asal Aceh itu, Teuku Akbar Maulana menghapal 114 surat dan 6.666 ayat Quran hanya dalam 14 hari.

Di tengah dahaga rohani, kabar itu tentu sebuah oase bagi muslim pecinta Quran. Menghapal lebih dari 6.000 ayat Quran dalam 30 hari bukanlah perkara mudah. Apalagi Cuma 14 hari. Tak heran jika program Desa Wisata Quran Hamasah kebanjiran pendaftar.

Berdiri sejak 16 Juni 2014, sudah ratusan orang rela mendekam 30 hari dalam karantina. Mereka tertarik bergabung menjadi penghapal Alquran. Ada juga yang sekadar mengisi hari libur dengan kegiatan bermanfaat.

Ustadz Jelani dan beberapa sahabatnya memang tak begitu saja menemukan metode menghapal Quran kilat ini. Berulang kali dan beragam metode diujinya. Sampai muncul pada ide membuat program karantina itu.

Selama 30 hari, peserta akan digembleng menghapal Alquran. Tak ada alat komunikasi, tanpa hiburan, dan jauh keluarga membuat proses pembelajaran berjalan efektif.

Meski terasing, bukan berarti peserta hidup serba kekurangan. Suasana pemondokan dibuat lebih teratur dan tertib. Peserta hanya dipusatkan untuk kegiatan membaca, menghafal dan menyetor bacaan.

Selebihnya, urusan makan, kebersihan, kesehatan sudah ada yang siap melayani.

Tak semua berkesempatan mengikuti program karantina ini. Ada seleksi bisa menjadi warga Desa Wisata Quran Hasamah. Yang pasti, peserta harus punya niat kuat menyelesaikan program karantina.

Usia pun dibatasi mulai dari umur lima tahun hingga 60 tahun. Namun pembatasan ini tidaklah kaku. Seperti Haji Alie Husain, meski usianya telah melebihi syarat, namun semangatnya cukup besar. Sehingga dia masih diijinkan untuk ikut.

Bagi peserta luar daerah, mereka bisa lakukan seleksi melalui telepon. “Kami telepon ba’da subuh, dan (meminta pendaftar) membaca surat-surat yang jarang atau tidak pernah dibaca seperti Al-Jin atau Al-Mukminun,” kata Ustad Jaelani saat berbincang dengan reporterDream.co.id, Ratih Wulan Pinandu.

Seorang peserta yang lulus seleksi juga harus menyediakan biaya pendaftaran yang besaran berkisar antara Rp 4,7 juta hingga 5,6 juta. Pihak yayasan juga mengenakan sumbangan yang besarannya disesuaikan kemampuan dari masing-masing peserta.

Disinilah perjalanan penggemblengan para calon penghapal Quran dimulai. Sebanyak 17 poin kesepakatan harus dipatuhi. Kesepakatan ini yang akan menentukan berhasil tidaknya proses karantina mereka.

Sebelum memulai proses belajar, para peserta diberikan kebebasan untuk menetapkan target hapalan. Strategi agar hafalan selesai sesuai target juga diberikan.

“Melihat realitanya jadi ada hitungan eksak setiap hari atau setiap menit mereka harus menyelesaikan sekian. Soalnya itu yang menjadi jaminan kelulusan hingga 100 persen,” jelas Ustad Jaelani.

Dalam proses pembelajaran, Hamasah membaginya menjadi metodenya dalam bentuk setoran dan metode menghafal. Saat metode setoran, peserta akan dibariskan dan menghadap Muhafidz yang mampu menyimak bacaan mereka secara tartil. Selama satu jam, mereka wajib menyetorkan bacaan setengah halaman lembar Alquran.

Para peserta akan setia ditunggu hingga mereka menyerahkan setoran hafalan hari itu. Meskipun malam telah larut, mereka tetap dilarang masuk kamar atau tidur jika belum menyelesaikan target.

Sedangkan dalam metode menghafal, Hamasah menggunakan teknik auditori. Di desa itu, peserta bebas membaca Alquran sekeras mungkin. Tak lupa terselip pesan untuk menghayati dan memahami ayat-ayat yang tengah dibacanya.

Ustadz Jaelani mengaku metode karantina didukung teknik belajar inilah yang membuatnya punya keunggulan dari metode lain. Selain lebih fleksibel bagi peserta yang kesulitan menghafal Alquran, mereka juga dibebaskan memilih metode yang sesuai dengan kemampuannya.

“Misalnya dengan memberi penomoran ayat atau pengulangan selama 20 kali. Nah, setelah itu mereka membuat komitmen atau semacam kesepakatan dalam sekali duduk harus mampu menghapal satu halaman,” imbuhnya.

Ustad Jaelani memang hanya memperkuat teknik menghapal Alquran yang selama ini sudah ada. Yang pasti, metode yang dipakainya bersandarkan pada kisah Nabi Muhammad yang menerima wahyu lewat perantara malaikat Jibril.

“Hal ini kami dapatkan sesuai dengan sejarah diturunkannya Alquran yang dibawa malaikat Jibril kepada rasulullah SAW dengan cara diperdengarkan dan diulang sebanyak tiga kali. Belum pernah kami temukan Alquran diturunkan dengan cara ditulis,” ungkapnya melanjutkan.

Berbekal pengalaman Rasul, Ustadz Jaelani yakin setiap muslim mampu menghafal ayat-ayat Alquran.

******

Dua tahun berselang, Hamasah boleh sedikit berbangga. Memulai karantina dari Bandung, berlanjut ke Bali, Belitung, dan terakhir di Jatinangor, Sumedang, sudah ratusan penghapal baru Quran terlahir.

Memang tak semua peserta pulang dengan 30 juzz hapalan melekat dalam ingatan. Namun lebih dari 50 persen dipastikan mampu menghapal seluruh ayat Quran. Dari empat gelaran yang sudah dijalani, tingkat kelulusan bervariasi antara 70-90 persen.

Mereka yang berhasil lulus dengan hapalan 30 juzz berhak menyandang selendang penghargaan dan sertifikat. Bagi yang gagal, dapat mengulang dan melanjutkan setoran pada rumah Quran atau rumah tahfidz yang bersedia menampung mereka.

“Sesuai dengan surat Al – qomar ayat 18, 22, 32, dan 40 yang menyebutkan kalau ada mudzakir yang tidak kuat maka Allah akan memberi kemudahan bagi orang-orang yang ingin menghafal Alquran,” jelas Ustad Jaelani.

Perjalanan Hamasah mencetak program hafal quran dalam sebulan bukannya tanpa sandungan. Di awal kebersamaannya, Ustad Jaelani harus berpisah dengan kedua sahabat karibnya. Perbedaan pendapat membuat mereka terpisah. Memilih jalan masing-masing dan mendirikan program serupa dengan konsepnya sendiri.

Hamasah sendiri tetap konsisten dengan konsep desa wisata dan karantina. Saban enam bulan sekali mereka menggelar karantina. Metode ini beda dengan lembaga lain yang menggelar pelatihan saban bulan.

“Kami tidak membangun seperti sebuah pesantren jadi kita tidak mendirikan bangunan atau mencari dana untuk membangun pesantren. Tapi kami lebih ke bagaimana setiap daerah yang kami singgahi merasakan dampak dari acara kami,” jelas Ustad Jaelani.

Haji Ali Husein mungkin harus menahan dinginnya hawa Bandung. Namun perjuangannya untuk hafal quran dalam sebulan tentu akan berbuah hasil… Insyaallah.

Sumber: Dream.co.id

Sejak lahir, kita hidup bersama di antara keberagaman bumi bersama makhluk hidup lainnya. Ada sejumlah fakta-fakta menarik tentang rumah kita ini, seperti dikutip dari laman Livescience.

20. Ukuran
Rumah kita ini memiliki ukuran ‘pinggang’ yang cukup lebar. Jika mengukur garis khatulistiwa, Bumi memiliki diameter 24.901 mil atau 40.075 kilometer.

19. Selalu bergerak
Anda merasa sedang berdiri dan tak bergerak. Tapi, sebenarnya manusia ikut bergerak cepat mengikuti rotasi bumi. Kecepatannya, tergantung anda berada di mana. Orang yang tinggal di garis khatulistiwa bisa bergerak paling cepat, bisa lebih dari 1.000 mil atau 1.600 kilometer per jam!

Orang yang tinggal di kutub tak bergerak. Bayangkan jika anda memutar bola basket di ujung jari anda. Titik bola yang ada di ujung jari anda hanya berputar di jari anda saja.

Tak hanya bergerak di porosnya, bumi juga mengitari matahari. Kecepatannya pun lumayan: 107.826 km per jam.

18. Tua
Ilmuwan memperkirakan usia bumi dengan menghitung umur batu tertua di planet ini dan meteorit yang ditemukan di bumi. Meteorit dan bumi terbentuk di waktu yang sama, saat sistem tata surya terbentuk. Hasilnya: bumi berusia 4,54 miliar tahun. Batu tertua yang diketahui bernama Nuvvuagittuq Belt di pesisir Teluk Hudson, Kanada. Usia bebatuan ini berumur sekitar 4,28 miliar.

17. Gempa bulan
Bulan sebagai satelit bumi juga dilanda gempa. Meski gempa di bulan lebih jarang dibanding gempa di bumi. Menurut ahli, gempa di bulan berkaitan dengan pasang surut jarak bumi dan bulan. Gempa di bulan juga biasanya terjadi di kedalaman, tengah-tengah permukaan dan pusat bulan.

16. Gempa terkuat
Sepanjang sejarah manusia, gempa terkuat yang pernah tercatat adalah 9,5 SR yang terjadi Chile pada 22 Mei 1960, menurut US Geological Survey (USGS).

15. Terpanas
Tempat terpanas di muka bumi ada di El Azizia, Libya. NASA Earth Observatory mencatat, daerah ini pernah dilanda suhu hingga 57,8 derajat Celcius pada 13 September 1922.

14. Terdingin
Mungkin anda berpikir jika ‘penghargaan’ tempat terdingin di bumi jatuh kepada Antartika yang memang terkenal sangat dingin hingga suhu bisa mencapai minus 73 derajat C. Tapi, suhu lebih rendah pernah tercatat di Vostok Station, Rusia. Pada 21 Juli 1983 suhu di tempat ini mencapai minus 89,2 derajat C.

13. Punya dua bulan
Bumi mungkin pernah punya dua bulan. Satu bulan kecil berdiameter sekitar 1.200 km pernah mengitari bumi sebelum bertumbukan dengan bulan yang kita ketahui saat ini. Bentrokan ini bisa menjelaskan dua sisi wajah bulan kita yang berbeda.

12. Batu berjalan
Bebatuan bisa berjalan di bumi, setidaknya mereka bisa berjalan di Racetrack Playa, Death Valley. Di sini, badai bisa memindahkan bebatuan yang kadang beratnya bisa puluhan hingga ratusan pound, Menurut peneliti Badan Antariksa AS (NASA).

11. Danau Meledak
Di Kamerun dan perbatasan Rwanda dan Republik Demokratik Kongo ada tiga danau mematikan: Nyos, Monoun dan Kivu. Ketiganya adalah danau kawah yang duduk di atas bumi vulkanik. Magma di bawah permukaan melepaskan karbondioksida ke danau. Karbondioksida ini bisa dilepas ke udara dalam bentuk ledakan. Siapapun yang lewat bisa lemas karena sesak napas dan kekurangan oksigen.

http://teknologi.vivanews.com/news/read/297787-20-fakta-menarik-tentang-bumi–bagian-i-

Mata adalah jendela hati dan jendela dunia. Dengan mata, kita bisa melihat segala hal. Tentunya, mata yang sehat akan memberikan lebih banyak manfaat. Sayangnya, mata yang sehat kini susah di dapatkan. Baik karena kebiasaan, tuntutan pekerjaan, atau mungkin karena faktor genetika. Saya sendiri hidup diantara orang-orang yang berkacamata, jadi saya tau betul apa saja yang harus dilakukan untuk (setidaknya) mengurangi atau mencegah efek buruk mata yang tidak sehat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan mata yang tidak hanya sehat, tapi juga cantik dan menawan, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Jika mata anda belum mengalami kelainan seperti minus atau plus, sebaiknya jangan pernah membaca buku atau menonton di tempat gelap (tidak termasuk kasus nonton di bioskop ya)

2. Jangan menonton televisi atau monitor komputer/laptop dalam jarak yang terlalu dekat. Usahakan tingkat brightness ada pada level terrendah. Ini dimaksudkan agar mata anda tidak cepat lelah.

3. Istirahatkan mata setiap 20-30 menit sekali jika anda bekerja dalam waktu lama di depan layar monitor.

4. Jika berada di lingkungan outdoor, selalu lingdungi mata anda dengan kacamata. Karena sinar matahari langsung tidak baik bagi mata. Selain itu, menggunakan kacamata bisa mengurangi resiko kelilipan.

5. Jika sudah kelilipan, jangan dikucek dengan kasar. Penggunaan obat tetes mata akan lebih baik ketimbang harus mengucek mata.

6. Jauhi asap rokok.

7. Banyak-banyak minum air putih untuk keseimbangan nutrisi tubuh. Juga banyak mengkonsumsi makanan atau sayuran yang mengandung Vitamin A. efeknya akan terasa dalam jangka waktu yang lama.

8. Kurangi jam menonton televisi. Sesuatu yang berlebihan tidak baik, bukan?

9. Rutin memeriksa kesehatan mata minimal setahun sekali.

10. Bagi anda yang menggunakan lensa kontak, pastikan kehigienisannya. Lensa kontak yang kotor akan membuat mata tidak nyaman dan bisa beresiko fatal.

11. Bagi anda yang berkacamata, kacamata yang bersih akan memberikan penglihatan yang lebih baik dan mempermudah kerja mata. Ada cairan khusus untuk membersihkan kacamata di optik terdekat.

12. Jangan begadang. Ada beberapa orang yang akan terlihat seperti ‘panda’ ketika ia kurang tidur.

13. Jika mata panda sudah muncul, pakailah concealer untuk menyamarkannya.

Wow, banyak banget. Mudah-mudahan tipsnya bermanfaat ya!

http://lestaritania.blogdetik.com/2011/10/05/tips-menjaga-kesehatan-mata/?l991101blog