Tradisi Muslim di Dunia dalam Menyambut Ramadan (part. 2)

Posted: 19 Juli 2012 in Artikel
Tag:, , , , , , ,

4. Liberia

Total penduduk Liberia sebanyak 4 juta jiwa, dimana 15 persen-nya adalah Muslim. Selama bulan Ramadan, umat Islam di Liberia berhenti mendengarkan musik. Bagi mereka, orang yang mendengarkan musik selama Ramadhan dianggap berdosa dan menyimpang dari ruh bulan yang diberkati ini.

Ketika hilal telah tampak pertanda masuknya bulan Ramadan, orang-orang Liberia mulai memainkan alat-alat musik dari kayu selama beberapa jam. Radio-radio lokal juga menyiarkan program-program keagamaan yang bermanfaat bagi umat Islam.

Di Liberia, orang yang biasanya membangunkan kaum Muslimin untuk makan sahur disebut Papali. Papali memulai tugasnya tiga jam sebelum fajar dan berhenti sebentar di tiap rumah, untuk membangunkan penghuninya agar makan sahur. Biasanya dalam melakukan pekerjaannya ini, Papali menyanyikan lagu-lagu relijius lokal (sejenis nasyid) dan kalimah syahadat.

5. Mauritania

Pada awal Ramadan, Muslim Mauritania terutama yang muda, bergegas menuju masjid untuk melaksanakan salat tarawih. Usai salat, biasanya kaum muslimin mendengarkan khutbah dan ceramah dari ustadz dan imam-imam. Setelah shalat tarawih, mereka saling berkunjung satu sama lain dan meminum teh hijau, minuman khas di Mauritania.

Sepanjang malam Ramadhan, televisi maupun radio lokal juga menyiarkan langsung shalat tarawih dari Makkah dan Madinah. Solidaritas dan uhkhuwah islamiyah biasanya muncul dan tersebar di seantero negeri selama bulan suci.

6. Bangladesh

Suasana Ramadan di Bangladesh sangat berbeda. Umat Islam, lebih banyak memanfaatkan waktu bulan puasa untuk memperbanyak membaca buku agama. Sudah menjadi tradisi di Bangladesh, tiap tahun dibuka pameran buku di bulan Ramadan. Jadilah bulan Ramadan bagi Muslim di negeri pecahan India itu sebagai bulan membaca buku.

Pameran buku berlangsung sejak hari pertama hingga pengujung Ramadan. Biasanya lokasi pameran di Masjid Bait Al-Mukarram di ibukota Bangladesh, Daka. Sejak mulai diberlakukan tahun 1982, pameran buku ini dilakukan atas kerjasama antar berbagai lembaga Islam di Bangladesh dan juga Menteri Urusan Agama.

Para penerbit buku terbiasa menyediakan serangkaian kitab baru dalam pameran satu bulan berikut harga diskon untuk memancing animo pembeli. Panitia pameran kadang menyediakan sejumlah buku gratis pada jam-jam tertentu di waktu pagi atau sore. Dalam pameran Ramadan ini, pengunjung yang datang tidak hanya dari umat Islam saja, yang non-Muslim pun ikut memadati ruang pameran.

7. China

Dengan kian dekatnya Ramadan, imam-imam lokal di Cina mulai memberi tahu orang-orang tentang pentingnya mengkaji Alquran dan sunnah, terutama yang berhubungan dengan puasa dan akhlak. Muslim Cina terbiasa shalat tarawih 20 rakaat. Setiap habis dua rakaat mereka biasanya berseru, “Wahai, Zat (Allah) yang mengubah hati dan penglihatan, yang menciptakan siang malam, teguhkan iman kami dalam kebenaran.”

Beragam aktivitas keislaman diselenggarakan di masjid-masjid Cina seperti kajian tafsir Alquran sebelum tarawih dan memburu malam lailatul qadr. Penganan tambahan seperti teh, gula-gula dan kurma disajikan di tiap rumah sebagai pembeda bulan penuh berkah ini dengan hari-hari biasa. Begitu menjelag hari raya Idul Fitri, kaum Muslimin Cina juga diselimuti kebahagiaan dan saling berucap selamat hari raya.

http://ramadan.detik.com/read/2012/07/18/103755/1968102/631/8/7-tradisi-muslim-di-dunia-dalam-menyambut-ramadan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s