Facebook Merusak Kemampuan Berbahasa

Posted: 28 Juli 2010 in Berita
Tag:, ,

Facebook dan Twitter dinilai telah menurunkan kemampuan berbahasa generasi muda Thailand. Departemen kebudayaan Thailand menyerukan kepada sejumlah pelajar di Thailand agar kembali ke budaya surat-menyurat tradisional ketimbang menuliskan status atau berkomentar di Facebook.

Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh Departemen Kebudayaan menemukan bahwa empat dari 10 anak muda Thailand berpikir bahwa menggunakan bahasa resmi Thai hanya digunakan pada acara-acara resmi. Bahkan sekira sepertiga anak muda Thailand tidak peduli pada kesalahan ejaan, singkatan dan kesalahan gramatikal yang umum dalam pesan teks.

“Terlalu banyak menggunakan Facebook, Twitter dan ponsel ternyata mendistorsi bahasa. Tapi kita tidak dapat menghentikan orang dari berkomunikasi,” Kata Menteri Kebudayaan Thailand Nipit Intarasombut seperti dilansir Cellular-News, Senin (26/7/2010).

“Setiap generasi memiliki bahasa gaul sendiri tetapi penggunaan bahasa ‘Thailand resmi’ harus dipupuk,” tambah Nipit.

Dikatakannya, bangsa Thailand harus melestarikan bahasa nasional “Saat anak-anak tidak menulis surat lagi, mereka lupa cara yang benar untuk menulis.” kata Nipit.

Menuliskan pesan pendek merupakan satu cara pintas di media online. Sebut saja ketika pemuda Thailand ingin mengetik ‘ha ha ha..’ untuk menunjukkan tertawa online, mereka sering menggunakan atau mengetik angka ‘5’ karena angka lima di Thailand dibaca ‘ha’.

Hal itu memperburuk penggunaan bahasa di Thailand. Sebelumnya, pemerintah Thailand telah melangsungkan sebuah survei terkait penggunaan bahasa ini dengan melibatkan lebih dari 6.500 remaja berusia 13 tahun ke atas.

sumber : techno.okezone.com

Iklan
Komentar
  1. ALIF berkata:

    saya sebagai seorang pelajar juga merasakan hal itu……..
    namun, tidak bisa di pungkiri bahwa memang dunia facebook telah mengambil porsi besar. Khususnya para pelajar disini sekarang.
    Tapi menurut saya, kita memang boleh menggunakan bahasa-bahasa yang tidak resmi (gaul) pada tempatnya. Tetapi juga kita harus tetap melestarikan budaya bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga akan seimbang antara keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s